Fenomena ICT Dalam Pendidikan Sastra

Oleh :
Ririn Setyorini, SPd, MPd
Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Peradaban. Penulis aktif pada jurnal-jurnal pendidikan. 

Information and Communication Technology (ICT) atau yang sering kita kenal sebagai Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) mempunyai potensi yang sangat besar yang dapat kita manfaatkan dalam dunia pendidikan. Blue print TIK Depdiknas menyebutkan setidaknya ada tujuh fungsi ICT dalam dunia pendidikan, yakni sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, dan sebagai infrastruktur.
Selain itu, pemanfaatan ICT dalam pembelajaran juga mendukung siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara bersama-sama dengan siswa lain atau melalui interaksi dengan para pakar menggunakan media komunikasi berbasis ICT secara mandiri.
Perkembangan terkini adalah pemanfaatan ICT secara terpadu di dalam pembelajaran yang memadukan berbagai keterampilan dan fungsi ICT di dalam proses belajar mengajar. Penggunaan ICT sebagai media pembelajaran dapat berbentuk file slide power point, gambar, animasi, video, audio, internet, dan masih banyak yang lainnya. Kelebihan ketika kita menggunakan internet sebagai media pembelajaran, yaitu 1) internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara, 2) akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak pernah tidur, dengan kata lain kita dapat melakukan pencarian , 3) akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar monitor komputer kita, 4) internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas e-learning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online, dsb. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut. 5) kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting, 6) dibandingkan dengan membeli buku atau majalah asli, penelusuran informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita btinggal mengunduh atau mencetak informasi yang kita butuhkan.
Namun, dari kemudahan berselancar di dunia internet ini ada permasalahan yang sering dihadapi kaitannya dengan pengembangan inovasi pembelajaran berbasis internet, yaitu 1) akses untuk dapat menggunankan internet, seperti ketersedian jaringan internet, listrik, telepon, dan sarana prasaran lain yang menunjang; 2) ketersediaan software (peranti lunak), yakni bagaimana mengusahakan peranti lunakyang tidak mahal; 3) efek terhadap kurikulum yang ada; 4) skill dan knowledge; 5) attitude terhadap internet.
Kemudahan Belajar Sastra Via ICT
Kemudahan yang ICT tawarkan dalam dunia pendidikan mempunyai potensi yang sangat besar untuk memudahkan siswa dalam mendapatkan materi atau bahan belajar. Hal ini juga akan berpengaruh pada peningkatan motivasi belajar siswa khususnya dalam bersastra. Dalam kata lain, internet dapat mempermudah siswa dalam memperoleh bahan dan materi-materi yang diperlukan siswa dalam proses belajar. Internet juga dapat menjadikan siswa tersebut menjadi mandiri, karena semua keperluan yang siswa butuhkan dapat dengan mudah mereka dapatkan melalui internet.
Telah diketahui bahwa di dalam situs internet, telah banyak materi-materi yang relevan dengan pembelajaran sastra di sekolah, seperti bagaimana contoh-contoh puisi, novel, cerpen, naskah drama, teks fabel, dan lain sebagainya yang tentunya dapat diakses dengan mudah oleh siswa. Selain contoh karya sastra tersebut, siswa juga dapat dengan mudah belajar tentang struktur-struktur karya sastra, ciri-ciri karya sastra, karakteristik dari masing-masing karya sastra, dan semua yang berhubungan karya sastra termasuk siapa pengarang dari karya satra itu sendiri.
Pemanfaatan internet pun akan selalu memotivasi peserta didik untuk belajar sastra dengan lebih, karena peserta didik hanya duduk di depan komputer atau telepon genggam yang sudah dihubungkan dengan jaringan internet lalu mereka mencari apa yang mereka butuhkan. Lain hanya jika pembelajaran sastra hanya menggunakan acuan buku, siswa akan menjadi bosan karena tebal buku yang mereka baca. Belum lagi jika mereka harus pergi ke perpustakaan yang jaraknya mungkin jauh dengan rumah mereka, yang akan menjadi pertimbangan untuk peserta didik itu sendiri. Kendala koleksi perpustakaan yang minim, terlebih untuk koleksi-koleksi karya sastra yang mungkin sudah cukup berumur. Serta berbagai kendala-kendala yang lainnya yang dialami oleh peserta didik dan guru itu sendiri. Internet menjadi suatu alternatif yang sangat besar manfaatnya untuk kendala-kendala itu semua.
Berkaitan dengan internet, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan oleh siswa dalam pembelajaran sastra, yaitu 1) dialog elektronik (chatting), 2) surat elektronik (e-mail), 3) blog, 4) jejaring sosial (social network) atau yang sering dikenal dengan media sosial. Media-media ini sangatlah dekan dengan siswa. Terlebih di dunia yang serba online seperti sekarang ini. Jika kita berorientasi pada pembelajaran, maka sebenarnya tidak ada permasalahan untuk seorang siswa dalam menggunakan internet. Meski begitu, pendampingan sangatlah diperlukan guna tidak terjadi hal-hal yang tentu tidak kita inginkan.

————- *** —————

Rate this article!
Tags: