Empat Orang Calon Jemaah Haji Kabupaten Jombang Gagal Berangkat

Calon Jamaah Haji yang diberangkatkan dari halaman Pendopo Kabupaten Jombang, Minggu sore (12-08).

Jombang, Bhirawa
Jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kabupaten Jombang yang akan diberangkatkan ke tanah suci semula sejumlah 1.117 orang dan saat ini berkurang menjadi 1.113 orang CJH. Hal ini karena terdapat dua orang yang dinyatakan meninggal dunia di Kelompok Terbang (Kloter) 78. Di Kloter Awalnya ada 227 orang. Namun, karena dua Jamaah dinyatakan meninggal dunia, maka yang berangkat hanya 225 orang.
“Kloter 78 jumlah sebenarnya 227, yang dua wafat. Satu atas nama Ibu Istiqoidah, dan satu lagi Ibu Junaidah. Yang satu kini sudah diganti oleh ahli waris karena aturan waris baru ada tahun ini. Tapi pada saat pengurusan paspornya ‘ndak’ bisa, dan visanya tidak turun. Sementara satu lagi, ahli warisnya memilih mutasi ke Mojokerto,” kata kepala Kementrian Agama (Kemenag) Jombang, Abdul Haris, pada sejumlah wartawan, Senin (13/08).
Sementara pada Kloter 79 terdapat dua orang yang dinyatakan gagal berangkat karena satu orang mengundurkan diri, dan satu orang karena sakit.
“Dua lagi di Kloter 79 yang gagal berangkat karena sakit dan mengundurkan diri. Satu atas nama Ibu Riatun dan satu lagi atas nama Bapak Abdul Ghofur,” terang Abdul Haris.
Sekadar diketahui, jumlah CJH di Kabupaten Jombang mencapai 1.113 orang dengan rincian CJH Laki-Laki 485 orang, dan JCH perempuan 628 orang serta terbagi dalam dalam tiga Kloter yakni, 78,79, dan 80.
“Jadi total CJH Laki-Laki Jombang ada 485, dan JCH perempuan sebantak 628, secara keseluruhan ada 1.113 CJH,” tambahnya.
Pemberangkatan CJH asal Kabupaten Jombang ini dilakukan secara bertahap. Tahap awal, sebanyak 225 untuk Kloter 78 diberangkatkan pada Minggu sore (12/08), sementara dua Kloter berikutnya, akan diberangkatkan pada Senin pagi (13/08).
Di tempat pemberangkatan, tampak tangis pecah diantara para jamaah serta sanak kemuarganya keluarganya sebelum mereka dilepas secara simbolik oleh Plt, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab di halaman Pendopo Kabupaten Jombang. Di sisi lain, beberapa keluarga jamaah yang tidak bisa masuk ke area Pendopo akibat dibatasi, nampak melambaikan tangan sembari menitikkan air mata.(rif)

Tags: