Dishub Tuban Wacanakan Pelajar Tak Punya SIM Naik Angkot

Kadishub Kabupaten Tuban, Muji Slamet saat berdialog dengan pemilik angkot yang menolak beradaan Ojol di Bumi Wali Tuban

(Ojol Dapat Penolakan)

Tuban, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban, mewacanakan agar pelajar yang belum mencukupi umur untuk berkendara atau belum memilik surat izin mengemudi (SIM), hendaknya ketika berangkat ke kesekolah tindak membawa motornya dan disarakan naik angkutan umum kota.
“Kita kan koordinasi dengan pihak sekolah, agar sisiwa yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM tidak menegenderai sepeda motor,” kata Kepala Dishub Kabupaten Tuban, Muji Slamet (12/8).
Menurut mantan Camat Soko ini, selain bisa mengurangi resiko kecelakaan, karena angka laka lantas di Bumi Wali Tuban tertinggi di Jawa Timur di dominasi pengendara sepeda yang berusia produktif.
“Mungkin salah satu solusi untuk menekan angka Lakalanatas dengan memperdayakan angkutan umum yang kita miliki untuk mengantarkan mereka ke sekolah, lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Wacana tersebut diambil setelah, paguyuban supir angkutan kota pada kamis (9/8) siang melakukan aksi menolak keberadaan Ojek Online (Ojol) yang beroperasi di kota Tuban. Selain itu, mereka juga meminta agar wajah baru angkuta yang menjadi alat tranportasi pelajar ke sekolah maupun pulang, dikembalikan kembali dengan cara membatasi pelajar menggunkan motor.
“Kita mengingkan, yang dulu angkutan itu kendaraan yang digunakan pelajar berangkat maupun pulang sekolah, hari ini tidak lagi digunakan, karena mereka menggunakan sepeda motor, yang seharusnya tidak diperbolehkan sebab usia atau pun surat izin,” kata M. Ikhsan salah satu pemilik angkot. (Hud)

Tags: