Bupati Fadeli: Perbanyak Inovasi Syarat Mutlak Naikkan Peringkat SAKIP

Bupati Fadeli bersama Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Muhammad Yusuf Ateh.Suprayitno

Lamongan, Bhirawa
Banyak inovasi merupakan syarat mutlak bagi Lamongan jika serius ingin mendapatkan predikat A dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) . Saat ini kabupaten Lamongan masih meraih predikat BB untuk SAKIP.
Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Muhamad Yusuf Ateh menyebut tumbuhnya inovasi birokrasi dan layanan public merupakan poin penting dalam penilaian SAKIP.
Pra syarat penilaian SAKIp ini disampaikan pihak Kemen PAN RB usai menerima paparan Bupati Lamongan Fadeli di Guest House Pemkab Lamongan, Selasa (7/8) .
Untuk mendapatkan predikat A, Ateh berpesan untuk lebih banyak tumbuh inovasi di setiap tahunnya. Kemudian melakukan berbagai efektifitas dan efisiensi kinerja yang berintegrasi.
“Selain itu Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus paham dengan program dan kegiatan beserta aplikasinya. Dan jika memungkinkan, kegiatan harus berubah disetiap tahun sebagaimana inovasi,” tambahnya.
Di sisi lain Ateh mengapresiasi upaya dan capaian Pemkab Lamongan sehingga memperoleh predikat BB. “Predikat BB itu artinya SAKIP Lamongan lulus beneran. Anda patut berbangga karena termasuk dalam 42 Kabupaten dengan peringkat BB, dari 500 Kabupaten di Indonesia,” katanya menambahkan.
Di tempat yang sama, Bupati Fadeli menyerahkan penghargaan TOP 3 OPD dan kecamatan dengan inovasi terbaik. Diantaranya, Kecamatan Karangbinangun dengan “1820 Jempol”, Kecamatan Brondong dengan “Pelayanan Bertasbih” dan Kecamatan Lamongan dengan Subasa.
Kemudian untuk tingkat OPD, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan dengan Tani Jago Lamongan, Dinas Kesehatan dengan Lesung Si PAnji dan RSUD Dr. Soegiri dengan FACA Gemas.
Sementara itu dalam paparannya, Fadeli menjelaskan tindak lanjut evaluasi SAKIP sesuai rekomendasi dan mereview Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Tindak lanjut itu seperti berupa pembuatan perjanjian kinerja, melakukan monitoring secara periodik oleh perangkat daerah maupun kepala daerah secara langsung untuk indikator kinerja utama dan sasaran strategis RPJMD.
Mengenai Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), Fadeli menyampaikan sudah hampir memenuhi keseluruhan target. Karena dari 10 target IKU, delapan diantaranya sudah tercapai.
Kemudian dari 39 Indikator Sasaran, sebanyak 37 indikator sudah memenuhi target.
IKU Lamongan meliputi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, PDRB perkapita, inflasi dan indeks gini.
Selanjutnya Indeks Kinerja Infrastruktur, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, Indeks reformasi Birokrasi, Tingkat Kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka.(yit)

Tags: