Bayi Perempuan Dibuang di Pinggir Jalan Desa Banjardowo Jombang

Bayi perempuan ‘Agustini California’ tengah dirawat di Ruang Anggrek, RSUD Jombang, Selasa siang (28/08). [arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Penemuan sesosok bayi yang tergeletak di pinggir jalan raya di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, menggerkan warga setempat.
Diduga, bayi tersebut dibuang oleh orang tuanya yang tidak bertanggung jawab. Bayi tersebut diperkirakan masih berumur dua hari. Warga pertama kali menemukan dalam keadaan tergeletak diatas rumput, tepatnya di bawah pohon pepaya di desa setempat, Senin (27/08) sekitar pukul 18.30 WIB.
Menurut salah seorang warga, Lilik Sugiarti (26), awal ditemukannya bayi tersebut saat ia hendak menuju ke kawasan kota. Saat melintas di daerah persawahan, Lilik dikagetkan dengan adanya kerumunan warga di pinggir jalan. Lilik lantas berhenti untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya, kerumunan warga tersebut sedang melihat sesosok bayi yang tergeletak di bawa pohon.
“Ndak ada yang berani menyentuh mas, mungkin warga takut. Karena kasihan, langsung saya angkat saja. Kan sudah kedinginan,” ujar Lilik.
Saat ditemukan, bayi tersebut memiliki ciri-ciri memakai penutup kepala, kaki dan tangan. Disamping bayi terdapat sebuah kain berwarna coklat serta terdapat satu botol susu. Bayi perempuan ini juga menggunakan pakaian berwarna putih.
Kepala Dusun Sendangrejo, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Rokhim menjelaskan, bayi yang ditemukan warganya itu saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang untuk mendapatkan perawatan karena mengalami dehidrasi dan kedinginan.
“Belum tahu, siapa orang tuanya. Didesa kami juga tidak ada yang melahirkan. Tadi bidan desa juga sudah membawa bayi itu ke RSUD,” katanya.
Sementara itu, pada Selasa siang (28/08), bayi tersebut tengah dirawat di Ruang Anggrek, RSUD Jombang. Menurut Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran saat diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan, pada Senin malam (27/08), bayi tersebut dibawa ke RSUD Jombang lewat Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Bayi ini ditemukan di Desa Banjardowo, yang katanya dibuang oleh orang tuanya. Setelah sampai di IGD, kita lakukan perawatan standart, sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang ada,” terang Pudji Umbaran.
Direktur RSUD Jombang menambahkan, meski tali pusarnya belum mengering dan telah dilakukan perawatanan agar tidak terjadi infeksi, kondisi bayi tersebut dinyatakan sehat.
“Tangis kuat, warna kulit merah, suhu juga hangat, sampai hari ini, tidak ada perawatan khusus kecuali hanya menjaga suhu sama perawatan rutin biasa, termasuk juga asupan gizinya agar tercukupi,” tambahnya.
Pudji Umbaran pun memastikan, sesuai ciri-ciri bawaannya, bayi tersebut tidak dilahirkan di RSUD Jombang. Selanjutnya, lanjut Pudji Umbaran, ketika kondisi bayi sudah stabil, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jombang. Pembiayaan perawatannya, ditanggung oleh RSUD Jombang.
“Kemudian Dinas Sosial selanjutnya akan koordinasi terus dengan kita. Ketika mungkin belum ada tempat untuk perawatan, mungkin dititipkan di kita sampai ada proses adopsi sesuai prosedur yang tepat,” paparnya.
Oleh pihak RSUD Jombang, agar dapat terdeteksi dalam rekam medis dengan baik, bayi berbobot 2,8 kilogram dengan panjang 49 centimeter itu diberikan nama ‘Agustini California’.
“Karena bulannya Agustus, dikasih nama Agustini, dan karena kemarin dibuangnya pas di bawah pohon Pepaya California, sehingga diberikan nama Agustini California,” tandasnya.
Terkait hal ini, informasi yang dihimpun media ini, Selasa siang (28/08), pihak Polsek Jombang tengah menindaklanjuti proses hukum kasus ini. Dari saksi yang mengetahui pembuangan bayi tersebut, pihak kepolisian berharap dapat menemukan pelaku pembuangan bayi itu.(rif)

Tags: