Bangkitkan Bisbol-Sofbol, Gelar Surabaya Merdeka Games

Ketua Perbasasi Surabaya Yayuk Sri Utami bersama Ketua Panpel Adik Dwi Putranto saat membuka Kejuaraan Surabaya Merdeka Games di Lapangan Bisbol-Sofbal, Minggu (12/8). [wawan triyanto]

Surabaya, Bhirawa
Konflik yang membelit Pengkot Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) sempat membuat program pembinaan atlet muda terhenti. Namun keputusan Baori yang memenangankan kubu Yayuk Sri Utami membuat pengurus kini berupaya untuk kembali membangkitkan olahraga ini.
Salah satu pertandingan yang digelar oleh Perbasasi Surabaya yang dipimpin oleh Yayuk Sri Utami adalah Surabaya Merdeka Games. Selain pembinaan atlet muda tujuan dari kejuaraan ini adalah untuk menggali bibit atlet muda Surabaya dan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 73.
Namun berbeda dari kejuaraan biasanya, pada event kali ini pihak panpel tidak menggelar pertandingan antar klub, melainkan para peserta dari beberapa klub Surabaya dan Malang dibagi sesuai kelompok umur dan pihak Panpel yang membentuk tim.
Ketua Perbasasi Surabaya Yayuk Sri Utami, menyambut baik sistem pertandingan ini. Sebab dalam sebuah tim terdapat pemain dari klub yang berbeda. “Biar para pemain itu berbaur dengan atlet dari klub yang berbeda, sehingga mereka akan saling kenal dan tumbuh rasa persaudaraan,” katanya saat membuka kejuaraan Surabaya Merdaka Games di Lapangan Sofbol Surabaya, Minggu (12/8).
Selain itu dengan sistem ini maka pihak pengurus akan lebih mudah untuk menggali atlet berbakat. Sebab mereka bisa melihat kemampuan atlet saat bergabung dengan rekan yang berbeda.
“Kami akan terus menggali bibit atlet muda, selain itu kami juga akan memperbanyak kejuaraan untuk menambah jam terbang atlet,” kata yayuk.
Sementara itu Ketua Panpel Adik Dwi Putranto menjelaskan, kejuaraan ini diikuti oleh 250 peserta dari Surabaya dan Malang. Mereka dibagi menjadi empat kelompok yakni U12 terdiri dari empat tim, U15 (2 tim), U19 putra (5 tim) dan U19 putri (4 tim). “Khusus untuk pemain asal Malang tetap tergabung dalam satu tim,” katanya.
Kemudian panpel juga menggelar Slopitch yang diikuti oleh pemain senior sampai dengan master dengan usia 40 tahun keatas. “Pertandingan ini kita gelar Sabtu dan Minggu selama Bulan Agustus,” kata Adik Dwi Putranto.
Seperti diketahui, Sengketa organisasi di Perbasasi Surabaya berakhir setelah Badan Abritasi Olahraga Republik Indonesia (BAORI) mengabulkan seluruh gugatan yang dilayangkan sejumlah klub Surabaya.
Kini Pengprov Perbasasi Jatim wajib melantik pengurus Perbasasi Surabaya, karena dalam amar putusan BAORI Nomer 03/P.BAORI/III/2018 menyebutkan ‘Memerintahkan kepada Termohon (Syamsu Rizal Ketua Umum Perbasasi Jatim) menerbitkan Surat Keputusan tentang Susunan Pengurus Pengkot Perbasasi Surabaya periode 2017-2021 serta membebankan biaya perkara sebesar Rp50 juta kepada pihak termohon. [wwn]

Tags: