ASN Pemkot Probolinggo Wajib Paham Empat Pilar Kebangsaan

Kota Probolinggo, Bhirawa
Belakangan ini, marak berita yang memberitakan adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang termasuk dalam jaringan terorisme. Banyak pula permasalahan yang mampu memecah belah persatuan bangsa. Walaupun oknum ASN tersebut tidak dalam lingkup Pemerintah Kota Probolinggo, tetap saja meresahkan masyarakat. Hal itu membuktikan bahwa paham radikal telah masuk ke seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN. Hal ini diungkapkan Wali Kota Probolinggo Rukmini, Jum’at 3/8.
ASN wajib memahami dan menerapkan empat pilar kebangsaan, yakni pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. “Empat pilar kebangsaan merupakan empat pilar jati diri bangsa yang perlu dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk ASN perlu memahami dan menjadikannya anjuran dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari,” kata wali kota.
Dia juga menambahkan bahwa sudah sepatutnya dapat saling menerima perbedaan yang ada, saling menghargai juga menghormati satu sama lain karena setiap orang dan daerah memiliki kebiasaan dan tata krama yang berbeda.
“Terutama bagi penyelenggaraan negara agar dapat menjadi contoh dan teladan bagi rakyatnya dan membentuk ASN yang bersih dan melayani serta menjunjung tinggi nilai kejujuran,” tambahnya. Dia juga menekankan ASN untuk bekerja sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku serta senantiasa menjaga nama baik dan berpedoman pada empat pilar kebangsaan.
Maka dari itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap ASN untuk meningkatkan pengetahuan empat pilar kebangsaan di kalangan ASN.
“Kegiatan ini memang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ASN dalam berbangsa dan bernegara dan mencegah paham radikal masuk kedalam lingkup ASN,” kata Kepala BKPSDM, Rachma Deta Antariksa. Kegiatan ini diikuti oleh 260 ASN perwakilan dari seluruh OPD di Pemkot Probolinggo dan mendatangkan narsumber komandan Kodim 0820 Probolinggo, Letkol Kav. Depri Rio Saransi.
Letkol Kav. Depri Rio Saransi, mengungkapkan, penegakan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi persoalan mendasar dan mendesak bagi bangsa ini. Hal ini terlihat dari gejala, fakta, deviasi, distorsi, dan disorientasi cita-cita nasional saat ini. Diperlukan upaya konkret dan serius untuk menjadikan empat pilar kebangsaan sebagai sebuah etika bangsa.
Kita gusar dengan disorientasi atas empat pilar kebangsaan dan cita-cita nasional akhir-akhir ini. Disorientasi ini tak hanya menimbulkan kegamangan ideologis, tetapi juga membawa bangsa kita terjebak pada titik nadir kehilangan identitas dan jati diri,” katanya.
Menurutnya, diperlukan hukum dasar yang menjadikan empat pilar kebangsaan itu sebagai rujukan dalam setiap kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, perlu dikaji langkah yang bisa ditempuh untuk mengkristalkan empat pilar kebangsaan itu ke dalam etika setiap individu.
“Bangsa kita sudah mampu merumuskan nilai dasar kebangsaannya dalam empat pilar itu, tetapi belum mampu menghadirkan dalam perilaku dan kepribadian sebagai etika,” tegasnya.
Empat pilar kebangsaan adalah roh perjuangan pendiri bangsa, Soekarno, dalam membangun kepribadian, jati diri, dan kemandirian bangsa. Sayangnya, dalam perjalanan selanjutnya, empat pilar itu justru dibonsai, tambah Rukmini.(Wap)

Tags: