Zona Bebas Korupsi dengan Inovasi Stempel Puter

Drs Agus Uji Hantara ME, Asdep Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat Kementerian PAN-RB RI bersama Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan Wabup Yoyok Mulyadi serta Forkopimda saat meninjau stand OPD yang mengikuti inovasi Stempel Puter, Kamis (19/7). [sawawi]

Situbondo, Bhirawa
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) RI melalui Asdep (asisten Deputi) Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat) Drs Agus Uji Hantara berkunjung ke Kabupaten Situbondo.
Sebelum mendatangi Kantor Pemkab Situbondo, rombongan KemenPAN-RB RI, lebih dahulu mengunjungi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo sebagai bagian dari program inovasi Stempel Puter (sistem pelayanan terpadu satu pintu). Ikut hadir diantaranya, Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan RI Elvis Jhoni SH MH.
Kunjungan Kementerian PAN-RB RI bersama Sesjamwas Kejaksaan RI, tim pengawas Kejaksaan RI dan Deputi Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara ke kantor Kejari Situbondo dalam rangka untuk melakukan evaluasi dan internalisasi road map Reformasi birokrasi Kejaksaan RI tahun 2015-2019. “Ini sebagai bagian dari program zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani,” ujar Agus Uji Hantara Kamis (19/7).
Disisi lain, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, program ini bagian penting untuk membangun zona integritas secara bersama sama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan serta Pemkab Situbondo yang telah mengikuti program Zona Integritas menuju wilayah bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi bersih dan Melayani (WBBM). “Kami sudah mengirim empat Kecamatan untuk mengikuti pogram ini. Yang menarik sistem integrasi ini merupakan sistem digital yag bisa dimanfaatkan masyarakat dengan luas,” tutur Bupati Dadang.
Masih kata Bupati Dadang, pelayanan publik oleh Polres dan Kejaksaan serta Pemkab Situbondo ini merupakan, sebuah kinerja yang sangat luar biasa. Ini terwujud karena tidak terlepas dari kekompakan dan realisasi program penggunaan smart city dimana setiap OPD telah mengalihkan sistem pelayanan manual menuju layanan digital selama 3 tahun.
Nah, urai Bupati Dadang, baru tahun ini semua informasi eksekutif ditarik untuk ditempatkan satu pintu di intelengency room (ruang pintar). “Ini ruangan menyediakan semua aplikasi informasi eksekutif yang bisa dipakai untuk kontrol. Misalnya hari ini kita mengecek pendaftaran perijinan itu secara otomatis akan muncul,” terang Bupati Dadang.
Sementara itu Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan RI (Sesjamwas Kejagung) Elvis Johnny SH, MH dan sejumlah pejabat Tinggi Kejagung mengunjungi kantor Kejaksaan Negeri Situbondo untuk melakukan evaluasi kinerja Kejari. Diantaranya, sebut Elvis, tentang perbaikan pelayanan publik. Rombongan pejabat tim pengawas Kejaksaan RI tiba di kantor Kejari Situbondo dipimpin langsung oleh Sesjamwas Kejagung tiba sekitar pukul 08.00 WIB. “Kami diterima Kajari Situbondo Nur Slamet SH, MH beserta seluruh Kasi, Jaksa dan staf Kejaksaan Negeri Situbondo,” sebut Elvis.
Kedatangan tim perwakilan Kejaksaan, lanjut Elvis, juga dalam rangka evaluasi dan internalisasi Road Map reformasi Kejaksaan RI tahun 2015 – 2019 sebagai Zona Integritas menuju wilayah bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi bersih dan Melayani (WBBM). Tak hanya itu saja yang disampaikan Elvis, tim Sesjamwas juga meminta Kejaksaan Negeri Situbondo agar konsisten memberikan pelayanan secara maksimal. “Kami juga berharap layanan dilakukan dengan jiwa integritas tinggi dan benar-benar bebas dari korupsi,” terang mantan Kajati Jatim itu.
Pengamatan Bhirawa, tim Sesjamwas dan rombongan melakukan pemeriksaan ke sejumlah ruangan diantaranya ruangan SIM Kari dan ruang website Kejaksaan Negeri Situbondo serta aplikasi Kejaksaan. Terakhir meninjau ruang aplikasi bersama Pemkab Situbondo yang bernama stempelsitubondo.info. [awi]

Tags: