XL Axiata Pastikan Jaringan Aman Selama Gunung Agung Erupsi

Jaringan XL Axiata masih dalam kondisi normal selama Gunung Agung Erupsi.

Surabaya, Bhirawa
Mengantisipasi pengamanan jaringan terhadap erupsi Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, PT XL Axiata Tbk telah menyiapkan langkah antisipasi pengaman jaringan supaya kualitas layanan kepada pelanggan masih bisa dijaga.
Sementara itu jaringan XL Axiata di sekitar Gunung Agung saat ini masih dalam kondisi normal, termasuk belasan BTS di radius terdekat dengan pusat bencana juga tidak mengalami gangguan.
Mochamad Imam Mualim, caretaker VP East Region XL Axiata saat dikonfirmasi Bhirawa, Rabu (4/7) kemarin mengungkapkan saat ini terdapat lebih dari 30 unit BTS di seputaran Gunung Agung, sekitar 12 unit BTS di antaranya berada di dalam radius 12 km.
“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan layanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik, diantaramya dengan mengantisipasi ketersediaan pasokan listrik dengan menyiapkan puluhan genset guna mendukung operasional BTS yang ada,” jelasnya.
Mochamad Imam Mualim menambahkan pantauan kami hingga saat ini, seluruh jaringan kami masih aman dan layanan masih normal. “Harapan kami kondisi Gunung Agung tidak semakin memburuk, dan kami juga akan terus melakukan pemantauan dan memastikan kedepannya kondisi jaringan tetap aman,” harapnya.
Sedangkan di sekitar Gunung Agung juga bermukim lebih dari 10 ribu pelanggan XL Axiata, yang tersebar baik di kota-kota terdekat, juga di desa-desa di kaki gunung. Antisipasi pengamanan jaringan yang dilakukan XL Axiata ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari karena dalam beberapa waktu belakangan setelah Gunung Agung dinyatakan dalam kondisi aktif.
“Tim XL Axiata di lapangan akan terus memantau pekembangan kondisi yang ada,” ujarnya.
Dengan adanya warga yang harus mengungsi ke beberapa titik penampungan, XL Axiata juga telah menyiapkan bantuan darurat untuk membantu meringankan beban mereka. XL Axiata akan segera mengirimkan bantuan darurat berupa sembilan bahan pokok dan obat-obatan, serta selimut.
Selain itu, juga akan diberikan bantuan komunikasi berupa telepon umum gratis (TUG), kartu SIM, dan akses internet, di lokasi pengungsian. Sarana ini akan bisa membantu kebutuhan komunikasi warga korban, dan juga bisa dimanfaatkan oleh aparat yang bertugas melakukan penanganan korban bencana. [riq]

Tags: