Wartawan Surabaya Kecam Kekerasan Jurnalis di Jember

Sejumlah wartawan di Surabaya menggelar aksi solidaritas mengecam tindakan kekerasan kepada salah seorang jurnalis media online Surabaya, Kamis (5/7).[trie diana/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Kekerasan yang menimpa salah satu wartawan media online di Surabaya, Oryza A Wirawan di Jember memantik banyak reaksi. Salah satunya dari sesama wartawan di Surabaya yang mengecam aksi kekerasan tersebut. Para wartawan menggelar aksi solidaritas ini untuk menuntut aparat penegak hukum bertindak tegas untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan saat menjalankan tugas.
Aksi solidaritas ini digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Kamis (5/7). Aksi yang didahului dengan orasi ini membentangkan sejumlah poster berisikan kecaman atas penganiayaan terhadap wartawan. Aksi ini juga diselingi teatrikal yang menggambarkan bagaimana kekerasan yang menimpa wartawan. Tiga orang wartawan memperagakan pengeroyokan yang dilakukan di stadion Jember Sport Garden tersebut.
“Kami mengecam aksi kekerasan kepada terhadap wartawan. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas kasus ini,” kata kordinator aksi, Rahardi Soekarno Junianto di sela-sela aksi.
Para awak media ini juga meminta kepada Pangdam V/Brawijaya untuk memanggilkan anggotanya yang diduga terlibat dalam pengeroyokan ini. Pasalnya, terlihat dari rekaman video, Oryza dikeroyok oleh para pemain Sindo Dharaka. Klub sepak bola ini sebagian besar pemainnya adalah anggota TNI.
Rahardi berharap kekerasan terhadap wartawan jangan sampai terulang lagi. Oleh karena itu, hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya. “Jangan sampai kekerasan kepada wartawan terulang. Ini adalah preseden buruk bagi iklim demokrasi di Indonesia,” pungkasnya.
Oryza W Ariawan dikeroyok oleh Pemain Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden, Rabu (4/7). Pengeroyokan ini diduga dilakukan saat yang bersangkutan mengabadikan momentum pemain Dharaka Sindo yang sedang memprotes wasit.
Saat itu, Oryza sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput event tersebut. Ketika pertandingan telah usai, ia turun dari tribun untuk melakukan wawancara. Nah, pada saat itu, terlihat sejumlah pemain dari Dharaka Sindo sedang mengerumuni wasit.
Oryza pun langsung mengambil handphone untuk mengabadikan momen tersebut. Tiba-tiba ada yang menegurnya saat mengambil foto-foto tersebut. “Ada orang pakai seragam bilang, ngapain foto-foto?. Ngapain pakai kamera?. Dirampaslah HP saya ,” kata Oryza.
Rupanya, teriakan itu membuat pemain Dharaka Sindo yang semula konsentrasi ke wasit kini ke Oryza. Mereka pun mendekati Oryza dan langsung melayangkan tendangan dan pukulan hingga jatuh tersungkur. [iib]

Tags: