Wali Kota Batu Panen Padi Ramah Lingkungan

Suasana panen padi ramah lingkungan di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu, Rabu (4/7)

Kota Batu,Bhirawa
Tak kurang dari 40 hektare lahan pertanian di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu ditanami padi. Dan sejak Rabu kemarin (4/7), padi tersebut mulai dipanen warga. Tak ketinggalan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko ikut dalam panen raya kemarin. Karena padi yang ditanam adalah padi spesial yaitu padi sehat ramah lingkungan.
Selain Walikota, secara simbolis beberapa pejabat di lingkungan Kota Batu juga ikut dalam panen padi sehat ramah lingkungan ini. Antara lain, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono, dan Camat Junrejo M. Adhim.
Dalam kesempatan itu, Dewanti berpesan agar masyarakat tidak mudah tergiur untuk menjual lahannya, walapun warga mendapatkan tawaran harga tinggi. Ia menyatakan kalau saat ini kebutuhan padi sangat dibutuhkan, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan.”Semua petani khususnya petani padi di sini jangan sampai menjual lahannya. Jangan sampai tergiur dengan harga tinggi yang mau membeli lahan petani. Sampai kapanpun kami masih terus membutuhkan bahan pangan,” ujar Dewanti, Rabu (4/7).
Ia menjelaskan, luas lahan pertanian yang ada di Kota Batu saat ini mencapai 2.441 hektare. Dari angka itu jumlah lahan pertanian padi yang tersebar di Kecamatan Junrejo hanya sebesar 550 hektare.
“Ya hasil panen ini nantinya bisa didistribusikan kepada Pemkot Batu. Namun harus sesuai dengan aturan dan teknis yang ada,” tambah Dewanti. Dan diharapkan, dari Kota Batu akan diperoleh beras berkualitas yang bisa diberikan kepada masyarakat.
Diketahui, lahan padi yang dipanen di Dusun Caru adalah jenis padi sehat ramah lingkungan. Makdusnya, padi yang yang ditanam tersebut dirawat dengan pemupukan yang meminimalisir penggunaan bahan kimia.
“Bedanya sama yang organik itu kalau A-Z itu harus alami, tapi kalau ini pakai bahan kimia tapi minimal sekali,”jelas pendamping Kelompok Tani Subur Makmur, Arifin.
Adapun Panen padi di Dusun ini akan berlangsung selama 10 hari mendatang dengan luas lahan 40 hektare. Dan jenis padinya adalah hibrida mapan 05. Hasil panen tahun ini dikatakan cukup bagus dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, masa tanam selama 4 bulan itu didukung dengan cuaca yang bagus.
Jika tahun sebelumnya untuk satu hektare dapat memanen 6 ton, tetapi tahun ini mampu menghasilkan 8-9 ton per hektare. Jika digiling ke bentuk beras, harganya sama dengan harga beras lainnya, yakni Rp 11 ribu atau Rp 12 ribu per kilogram. Namun, rasanya pun lebih punel dan aromatik.(nas)

Tags: