Wakil Ketua DPRD Jember Penuhi Panggilan Kejati Jatim

Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi usai memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Kejati Jatim, Rabu (11/7). [abednego/bhirawa]

(Pengembangan Dugaan Korupsi Dana Bansos Ternak 2015) 

Kejati Jatim, Bhirawa
Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi memenuhi panggilan penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Rabu (11/7). Ayub diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi dana hibah bantuan sosial (bansos) ternak Pemerintah Kabupaten Jember yang menjerat Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni sebagai tersangka.
Terkait pemeriksaan tersebut, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim Richard Marpaung membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Ayub. Richard mengatakan, Ayub diperiksa oleh penyidik Pidsus Kejati Jatim dan statusnya masih sebagai saksi.
“Ya betul, hari ini (Rabu kemarin) penyidik memeriksa Wakil Ketua DPRD Jember. Dia dimintai keterangan sebagai saksi dugaan korupsi dana hibah bansos 2015 di Jember,” kata Richard Marpaung, Rabu (11/7).
Richard menjelaskan, Ayub masih diperiksa sebagai saksi. Dan pemeriksaan ini merupakan pengembangan dari proses hukum yang sedang berjalan sebelumnya. Selain Ayub, masih kata Richard, penyidik akan memanggil beberapa pihak guna dimintai keterangan terkait pengembangan kasus bansos ini.
“Wakil Ketua DPRD Jember ini kita periksa masih sebatas saksi dari pengembangan kasus yang sebelumnya,” jelasnya.
Usai menjalani pemeriksaan, kepada awak media Ayub mengelak bahwa dirinya dimintai keterangan terkait kasus yang menyeret Thoif Zamroni sebagai tersangka. Pihaknya hanya mengaku pemeriksaannya hanya terkait hibah pada 2015.
“Iya diperiksa sebagai saksi dan dimintai keterangan. Tapi bukan terkait kasus itu (Thoif Zamroni, red),” kilahnya.
Masih kata Ayub, pihaknya mengaku diperiksa sekitar pukul 13.00 dan baru keluar dari ruangan penyidik Pidsus Kejati Jatim pukul 15.30. Disinggung kembali mengenai pemeriksaan dirinya yang terkait kasus Thoif Zamroni, dengan tegas Ayub menyangkal hal itu.
“Bukan. Diperiksa untuk yang hibah pada 2015, dan sprindiknya beda,” tegas Ayub menjawab pertanyaan wartawan.
Ditanya terkait besaran dana hibah tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor Jember ini enggan merincikan. “Tidak ditanya spesifik itu. Hanya ditanya terkait bagaimana prosesnya,” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan, jaksa telah menetapkan status Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni sebagai tersangka dan saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya yang memasuki sidang perdana pada Selasa (3/7) lalu. Thoif sebagai kader Gerindra ini diduga terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah bansos ternak yang berasal dari APBD Pemkab Jember pada 2015 silam.
Dana hibah kelompok ternak itu merupakan usulan anggota DPRD Jember yang kemudian dialokasikan dalam APBD 2015 sebesar Rp 33 miliar. Berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) RI, ditemukan adanya 158 kelompok penerima dana hibah tersebut tidak melaporkan surat pertanggungjawaban (SPJ) atas penggunaan dana hibah tersebut sehingga tersangka diduga terindikasi bermasalah. [bed]

Tags: