Waduk Sengon Kering, Puluhan Hektar Sawah Puso

Kondisi Waduk Sengon yang mengering memaksa para petani setempat menanam jagung di dasar waduk. [ristika]

Nganjuk, Bhirawa
Puluhan hektare sawah di lima dusun, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jatim terancam puso atau gagal panen. Lantaran Waduk Sengon yang berada di Dusun Kawedegan Desa Balonggebang Kecamatan Gondang mengering sejak dua bulan lalu.
Tanaman padi yang selama ini menggantungkan pasokan air dari Waduk Sengon banyak yang mengering. Bahkan beberapa lahan dibiarkan mati karena petani tidak punya biaya untuk menyewa pengairan dari air diesel.
Arifin, petani Dusun Kawedegan menyampaikan, waduk Sengon menjadi pengairan satu-satunya bagi petani di lima dusun di Desa Balonggebang. Yakni Dusun Kawedegan, Balonggebang, Balongrejo, Kedungrejo, dan Sawahan. Selama musim penghujan, petani hanya menggantungkan pengairan dari waduk sengon hingga massa tanam ketiga. “Sudah tiga bulan tidak turun hujan,” terang Arifin, Senin (2/7).
Menurutnya, kondisi Waduk Sengon cepat mengering lantaran tidak dapat menampung air hujan terlalu banyak. Selain kondisi dasar waduk mulai dangkal, lahan yang dialiri terlalu luas. Sebagian petani banyak beralih kepada irigasi sumur pantek, namun dirasa biaya operasional terlalu mahal. Petani yang ingin menyewa sumur pantek, harus membayar Rp 17 ribu hingga Rp 30 per jamnya. Padahal, untuk lahan dengan luas seperempat hektare membutuhkan 10 jam agar seluruh tanaman tercukupi kebutuhan airnya.
Untuk masa tenam kedua tersebut, petani terpaksa membiarkan sawahnya mengering karena tidak mampu membiayai untuk operasional sumur pantek. Tidak ingin rugi terlalu banyak, beberapa petani Dusun Wadegan memanfaatkan dasar Waduk Sengon yang telah mengering untuk ditanami jagung. Sedikitnya ada 40 petani yang kini telah bercocok tanam jagung yang sudah berumur tiga minggu tersebut.
Kendati pihak pengairan telah memberi tanda larangan, agar tidak menanami dasar waduk, namun warga setempat tetap nekat. Bahkan mereka tetap akan menanami jagung lagi hingga musim hujan turun sebagai kompensasi lahan sawahnya yang tidak dapat ditanami.
“Sebenarnya tidak boleh ditanami, tapi petani harus bekerja apa kalau sawahnya kering. Yang penting nanti kami siap untuk membersihkan sampah setelah masa panen,” kata Arifin.
Warga berharap, pemerintah secepatnya melakukan normalisasi waduk sengon sehingga waduk dapat menampung air lebih banyak sebagai cadangan irigasi bila musim kemarau tiba. [ris]

Tags: