Viralkan Foto Anak Bomber Pasuruan, Polisi Ancam Pidana Pengunggah

Polda Jatim, Bhirawa
Viralnya foto kondisi anak pemilik bom (bomber, red) di Bangil Pasuruan beredar di media sosial sejak Selasa (10/7), menjadi atensi khusus bagi Polisi. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera akan melaporkan akun pengunggah foto tersebut.
Barung mengatakan, penyebaran foto tersebut melanggar beberapa Undang-undang. Bahkan pihaknya berencana akan mempidanakan pengunggah foto tersebut karena merupakan bentuk eksploitasi anak.
“Anak ini dilindungi berbagai aturan hukum yang menyangkut tentang privasi anak-anak untuk dilakukan eksploitasi, baik di media sosial maupun media mainstream. Yang salah pengunggahnya, dan bisa kami proses,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (12/7).
Barung menjelaskan, ada beberapa aturan yang melarang penyebaran foto anak. Misalnya dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Undang Perlindungan Anak hingga UU ITE (Informasi Transaksi Elektronik).
Masih kata, Barung, pihaknya juga melarang pihak-pihak mengeksploitasi foto tersebut untuk kepentingan tertentu. Dirinya juga sangat menyayangkan jika hal ini sampai terjadi dan sudah terlanjur menyebar.
“Komisi Penyiaran Indonesia, Undang-undang Perlindungan Anak dan UU ITE juga melindungi itu. Anak ini jangan dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Kami sangat menyayangkan saat teruploadnya dan terbaginya gambar yang menayangkan anak korban Pasuruan,” jelas Barung.
Di foto tersebut, terlihat balita yang belum genap berusia tiga tahun itu nampak dipeluk suster. Dalam pelukan suster berbaju hitam itu, wajah balita tersebut nampak menghitam karena luka bakar.
“Yang kelihatan anak tersebut masih mengalami luka di wajahnya. Polda Jatim akan melaporkan hal ini ke Ditreskrimsus, kita melakukan pengusutan secara tuntas pengunggah foto tersebut,” tegas Barung.
Barung menambahkan, dalam peraturannya, KPI dengan tegas melarang untuk mengeksploitasi wajah anak-anak. Apalagi jika anak tersebut merupakan anak dari pelaku kejahatan atau pelaku teroris.
“UU Perlindungan Anak tidak boleh mengeksploitasi anak dengan menampilkan wajah yang demikian. KPI sudah melarang menunjukkan gambar anak, apalagi wajah korban yang demikian,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, sampai saat ini anak korban bom itu masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim dan kondisinya terus membaik. Dia dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Jatim usai menjadi korban ledakan bom yang dirangkai ayahnya sendiri pada Kamis (5/6) di Desa Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.
Ayahnya yang diduga sebagai pemilik bom melarikan diri usai bom tersebut meledak, sedangkan ibu dari anak tersebut sampai saat ini masih diamankan polisi untuk diperiksa intensif. Belakangan, pemilik bom di Pasuruan tersebut adalah mantan narapidana teroris, pelaku bom sepeda di Pospol Kalimalang Jakarta Timur pada 2010. [bed]

Tags: