Usai Didemo Warga, Jalan Rusak Akibat Proyek Tol Akhirnya Diperbaiki

Ruas jalan disepanjang jalan KH Mansyur hingga KH Agus Salim yang rusak akibat dilintasi truk proyek tol Gempol-Pasuruan akhirnya diperbaiki, Senin (16/7). [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Ruas jalan di sepanjang jalan KH Mansyur hingga KH Agus Salim yang rusak akibat dilintasi truk proyek tol Gempol-Pasuruan Seksi III A, diwilayah Kota Pasuruan akhirnya diperbaiki.
Perbaikan dimulai dari titik yang berlubang dan amblas ditambal dengan material. Para pekerja menata material batu untuk menambal lubang. Kemudian dipadatkan dengan alat berat. Selanjutnya dilakukan pengecoran hingga pengaspalan.
“Sudah tiga hari kami memperbaiki jalan yang rusak ini. Perbaikannya meliputi menata material, memadatkan dengan alat berat. Kemudian dilakukan pengecoran hingga pengaspalan. Pengaspalan akan kami lakukan seminggu lagi,” ujar Yono, salah satu petugas di lokasi perbaikan, Senin (16/7).
Dari perbaikan itu, justru warga sekitar dengan sukarela menjaga agar kendaraan besar terutama truk proyek tak melintas. Yang diperbolehkan melintas hanya mobil kecil, pribadi dan motor. Tak hanya perbaikan, pelaksana proyek juga melakukan penyiraman agar jalan tidak berdebu.
“Alhamdulillah akhirnya jalan ini diperbaiki. Kami tidak memperbolehkan truk melitas di kawasan ini mulai aksi demo beberapa hari yang lalu. Hasilnya rumah-rumah warga hingga lainnya tidak kotor,” ujar Rohim warga Kelurahan Tembokrejo, Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan.
Disinggung, apakah pihak pelaksana tol Gempol-Pasuruan Seksi III A sudah memberikan pengobatan gratis, terhadap warga yang sesak napas akibat menghirup debu proyek tol. Rohim menyatakan PT Wijaya Karya (Wika) belum memberikan pengobatan gratis.
“Memang tuntutan kami, selain memperbaiki juga memberikan pengobatan gratis. Di dalam pembahasan kemarin langsung dengan pimpinan Wika sanggup melaksankanannya. Tapi, kenyatannya hingga saat ini belum ada pengobatan secara gratis,” kata Rohim. [hil]

Tags: