Terdakwa Kasus PTPPO Divonis Dua Tahun Penjara

Veronita, terdakwa kasus PTPPO pasrah akan putusan dua tahun dari Ketua Majelis Hakim Hariyanto di PN Surabaya, Rabu (25/7). [abednego/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Veronita hanya bisa menangis usai divonis dua tahun oleh Ketua Majelis Hakim Hariyanto di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (25/7). Wanita berusia 20 tahun itu terbukti menjual suaminya melalui media sosial Facebook untuk layanan seks bertiga atau threesome.
Dalam amar putusan, Majelis Hakim Hariyanto terdakwa yang tinggal di Jl Tambak Wedi Baru ini nyatakan terbukti melanggar Pasal 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO).
“Menjatuhkan pidana selama dua tahun penjara dan denda 200 juta, subsider dua bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Hariyanto dalam amar putusannya di ruang sidang Kartika PN Surabaya, Rabu (25/7).
Usai mendengar putusan, terdakwa menitikkan air mata sambil menerima putusan dari Majelis Hakim. Hal senada juga dinyatakan oleh Suparlan, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya.
“Saya terima Pak Hakim,” ucap Veronita di hadapan Ketua Majelis Hakim Hariyanto.
Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan. Jaksa dari Kejari Surabaya ini sebelumnya, menuntut terdakwa selama tiga tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 3 bulan penjara.
Untuk diketahui, kasus ini berawal saat terdakwa Veronita bersama Mochammad Reza Rizky Pratama (suami terdakwa) menawarkan dan menjual diri dengan cara memanjang foto terdakwa sendiri di Facebook milik suami terdakwa.
Terdakwa Veronita saat itu masuk ke Grup Facebook (fantasi real of pasutri) dengan mengupdate status: cari partner threesome bermodal area Surabaya. Lalu terdakwa di-chat FB oleh saksi Danil melalui pertemanan dan berlanjut ke nomor handphone 089534****** yang mengatakan ingin membooking terdakwa untuk seks bertiga dan sepakat dengan tarif Rp 500.000.
Kemudian terdakwa dan saksi Mochammad Reza Rizky Pratama, pesan kamar 308 lantai III di Hotel Sparkling. Tak lama kemudian saksi Danil datang dan memberi uang muka sebesar Rp 300.000 kepada terdakwa dan sisanya akan diberikan setelah melakukan hubungan badan dengan terdakwa.
Di saat terdakwa Veronita, saksi Mochammad Reza Rizky Pratama dan saksi Danil berhubungan intim tiba-tiba datang petugas kepolisian Polrestabes Surabaya menggerebek dan mengamankan terdakwa. [bed]

Tags: