Tak Dapat Tiket, Ratusan Suporter Terlibat Aksi Dorong

Suasana pasca keributan pembelian tiket piala AFF 2018, laga semifinal yang mempertemukan Indonesia dengan Malaysia di Gelora Delta Sidoarjo, Kemarin (12/7).

Sidoarjo, Bhirawa
Laga semifinal yang mempertemukan timnas U-19 Indonesia dengan timnas U-19 Malaysia menuai antusiasme tinggi dari suporter Indonesia. Terbukti, antrean loket pembelian tiket yang baru akan dibuka pada Kamis (12/7) pagi, terpantau cukup ramai sejak Rabu (11/7) malam. Hal ini mengakibatkan beberapa suporter terlibat aksi dorong di loket ekonomi untuk mendapatkan tiket. Kabag OPS Polresta Sidoarjo, Edi Santoso mengungkapkan jika keributan supporter dipicu aksi dorong-dorongan antar suporter.
“Sempat ada keributan karena aksi suporter dorong-dorongan di loket ekonomi. Beberapa supporter yang sudah mendapatkan tiket tidak bisa keluar dari kerumunan. Mereka terhimpit oleh massa antrean. Sehingga untuk keluar kami naikkan ke atas” Jelas Kabag OPS Polresta Sidoarjo Edi Santoso.
Lebih lanjut, dari aksi dorong-dorongan tersebut, beberapa supporter dan petugas keamanan mengalami cidera ringan dan sebagian pingsan karena terhimpit kerumunan massa. “Kebanyakan korban pingsan dan sesak nafas, ibu-ibu dan anak-anak. Beberapa juga ada laki-laki. Sehingga langsung lakukan pertolongan pertama,” tutur Edi Santoso.
Aksi keributan supporter ini, menurut Edi Santoso dipicu lantaran beberapa supporter tidak mendapatkan tiket. Sementara mereka sudah mengantre hingga subuh.
“Kecintaan mereka kepada timnas Indonesia luar biasa. Tiket dibuka pukul 8 pagi, jam 9 sudah habis. Sehingga supporter yang sudah antre lama, tidak kebagian tiket” Papar Edi Santoso
Sementara itu, salah satu korban terinjak yang juga tim keamanan piala AFF, Anang menceritakan jika ia mendapat cidera bahu dari aksi dorong-dorongan massa. “Saya melindungi ibu-ibu dan anak. Saya memegangi anak-anak untuk saya amankan dari keramaian. Baju saya robek kecantol (tersangkut, red) besi. Kemudian saya terinja-injak, engsel bahu kesleo. Baju saya dan beberapa anggota kaki-tangan saya juga mengalami lecet” cerita dia usai membeli tiket semifinal di Gelora Delta Sidoarjo.
Salah satu supporter asal Lumajang, Edo mengatakan jika ia bersama ke lima rekannya sudah mengantre sejak pukul 02.00 Kamis dini hari. “Saya mulai antre sejak jam 2 dini hari. Teman saya jam 4 subuh. Sampai sini, tempat antrean tiket udah penuh. Hampir seribu supporter jam segitu yang sudah mengantre” Ungkap dia. Lebih lanjut, Edo mengungkapkan jika ia rela antre berjam-jam untuk mendapatkan tiket dan mendukung tim kebanggaanya berlaga, secara langsung. “Alhamdulillah saya dan teman-teman dapat tiket. Nggak rugi antre dari dini hari untuk mendukung langsung dan menyemangati timnas U-19 Indonesia” kata dia. Namun, ia sangat menyayangkan ketegasan panitia terhadap calo tiket yang gila-gila-an dalam menawarkan tiketnya. “Panpel (panitia penyelenggara,red) lebih bijak dalam ticketing. Jangan sampai tiket di pegang calo gitu. Itu sudah meresahkan kami supporter yang udah antre dari dini hari” Ucapnya kesal.
Terlebih lagi, lanjut dia, harga tiket yang dijual punberkisar hingga 2-4 kali lipat. “Ekonomi di calo mulai 100-175 ribu. Utama 200-250 ribu. VIP sekitar 350. Padahal harga normal mulai 50 ribu hingga 150 ribu” Kata dia. Dalam laga semifinal kemarin (12/7), 1050 tim gabungan dari Damas Polda, Brimob dan TNI diturunkan untuk mengamankan jalannya pertandingan. [ina.kus]

Tags: