Suporter Bikin Ulah, Satu Orang Gegar Otak dan Patah Tulang

Fikri Hidayatulloh, korban suporter Arema Indonesia yang berulah di Jombang saat di rawat di RSUD Jombang, Kamis (26/07). Fikri mengalami mengalami gegar otak ringan dan patah tulang lengan kirinya. [Arif Yulianto]

Jombang, Bhirawa
Kelompok suporter sepakbola pendukung Arema Indonesia membuat ulah usai tim kebanggan mereka kalah dalam laga melawan Persatuan Sepakbola Djombang (PSID) Jombang dengan Skor 5-1 di Stadion Merdeka Jombang, Rabu sore (25/07).
Pantauan wartawan di lokasi, usai laga berakhir, kepolisian setempat telah melakukan pengawalan ketat terhadap kelompok suporter yang hendak menuju Malang hingga ke perbatasan Kecamatan Ngoro, Jombang. Namun, kelompok suporter ini malah mengamuk di sepanjang jalan Jombang menuju Malang.
Di beberapa titik, suporter berjuluk Aremania ini mengejar kelompok suporter beratribut PSID maupun Bonek. Disimpang empat stasiun Jombang, tepat sebelum sebuah kereta api melintas, suporter Arema Indonesia mengejar suporter PSID. Dalam kejadian tersebut satu orang turut diamankan polisi.
Di jalan raya Desa Kwaron, Diwek, Jombang, kelompok suporter ini menghajar seorang remaja diketahui bernama Fikri Hidayatulloh yang mengenakan baju Viking khas pendukung sepak bola Persib Bandung.
“Awalnya ini tadi saya hanya duduk-duduk di depan gang desa saya sendiri sama teman saya usai melihat PSID. Kemudian ada polisi yang menghadang kita dan disuruh putar balik masuk ke gang. Kemudian, saat kita langsung putar balik, Aremania langsung main tendang ke teman saya sampai saya jatuh di selokan,” ujar Zaenal, salah satu saksi kejadian kepada sejumlah wartawan. Fikri Hidayatulloh harus dilarikan ke RSUD Jombang oleh pihak Kepolisian dari Polsek Diwek.
Berdasarkan keterangan dari pihak RSUD Jombang, Kamis (26/07), Fikri Hidayatulloh mengalami gegar otak ringan dan patah tulang dibagian lengan kirinya.
“Ketika kita periksa, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan yang lain, pasien ini mengalami gagar otak ringan. Kemudian pada lengan kiri terdapat patah tulang dan dalam perawatan di ruang HCU Asoka,” terang Direktur RSUD Jombang, dr Puji Umbaran, Kamis (26/07).
Pudji menambahkan, jika kondisi kesehatan Fikri berangsur membaik pada gegar otaknya dan tinggal perbaikikan pada patah tulangnya. Sementara itu Adim (50), ayah Fikri menyesalkan atas kejadian yang menimpa anak keduanya tersebut. Ia berharap pihak kepolisian agar bisa lebih menertibkan lagi suporter-suporter yang dinilai bisa meresahkan warga, apalagi sampai menimbulkan korban. [rif]

Tags: