Situs Gurit Pernah Jadi Referensi Penetapan Hari Jadi Jombang

Situs Gurit, peninggalan masa Airlangga yang berada di Dusun Sumber Gurit, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Jombang. [Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Situs Gurit yang berada di Dusun Sumber Gurit, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Jombang diketahui pernah menjadi salah satu referensi rencana penetapan hari jadi Kabupaten Jombang beberapa tahun yang lalu.
Situs Gurit merupakan situs berbentuk segi empat dengan ujung atas runcing berupa batu bertuliskan huruf pallawa di semua sisinya. Situs tersebut adalah situs peninggalan era Raja Airlangga dari Kediri.
Seperti dikatakan Dwi Cahyono, Arkeolog dan sejarahwan sekaligus dosen Arkeologi Unversitas Negeri Malang (UNM) kepada media ini, Rabu (04/07)., sebenarnya di Jombang ada beberapa prasasti era Mpu Sendok. Namun jika yang dijadikan Prasasti Turyan, menurutnya agak berat.
“Karena (Prasasti) Turyan itu konteksnya Malang, yang kedua, nama Tamluang, memang digunakan terus pada masa Sendok. Baik ketika Sendok di paruh pertama berkuasa di daerah Malang, kemudian Sendok merelokasi pemerintahannya ke daerah Jombang,” papar Dwi Cahyono saat di konfirmasi via Telepon Genggamnya, Rabu sore (04/07).
Meski begitu, berbicara tentang penanda hari jadi Jombang menurutnya yang lebih strategis adalah era Airlangga. Situs Gurit menurutnya lebih jelas dalam konteks kebanggaan dan sebagainya.
“Yang patut dipertimbangkan, penetapan hari jadi itu tidak hanya berdasarkan pada tahun berapa, tapi peristiwa apa yang ada di balik itu, yang dijadikan sebagai hari jadi, spiritnya, dan macam-macam,” tambahnya.
Hal tersebut menurutnya adalah hal yang lebih penting dalam penentuan hari jadi suatu daerah.
“Sekedar persamaaan nama, itu ‘nggak’ cukup. Makanya, saya kira pertimbangan bahwa, Mpu Sendok lebih tua dari Airlangga, itu saya kira tidak tepat,” tandasnya.
Menurutnya, kurang ada manfaatnya jika penetapan hari jadi jika hanya berdasarkan sekedar tahu tanggal, bulan, dan tahun saja.
“Tapi yang lebih penting bagaimana itu (juga) menyepirit daerah. Dan yang kedua Jombang sebenarnya punya cukup alasan untuk membuat klaim Airlangga, karena kalau ‘nggak’, klaim itu akan diambil oleh Lamongan,” ujarnya.
Terkait adanya kabar bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang akan berencana melakukan penentuan hari jadi berdasarkan era pertama adanya pemerintahan di Kabupaten Jombang, tepatnya adanya Bupati Jombang pertama, ia menjelaskan, akan tersebut adalah sebuah kemunduran.
“Malah mundur lagi, kalau hanya seperti itu kan, itu yang jadi ‘kolonial centris’, itu yang berkali-kali sudah ditinggalkan di berbagai daerah,” pungkas Dwi Cahyono.(rif)

Tags: