Sekjen KemenPUPR: Atasi Krisis Air di Jawa, Perlu Tempat Tampung Air

Presiden RI Joko Widodo didampingi MenPU Basuki saat meninjau pembangunan infrastruktur bendungan.

Jakarta, Bhirawa
Potensi air di Indonesia meskipun besar tetapi baru dimanfaatkan sepertiganya (32%) saja. Selebihnya mubazir terbuang percuma karena belum memiliki tempat tampung air yang memadai. Di Sumatera, Kaliman tan dan Papua, air memang berlebih atau surplus. Tetapi di Jawa dan Sulawesi Selatan, kondisi air saat ini sudah kritis. Disebabkan tidak adanya infrastruktur tempat penampungan air diwaktu musim hujan.
“Program infrastruktur merupakan program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena terkait dengan sarana pendukung kebutuhan dasar manusia. Maka perlu dilakukan upaya sistematis dan berkelanjutan pelibatan masyarakat. Dan Perguruan Tinggi (PT) sebagai salah satu stakeholders yang memiliki potensi untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat itu,” ujar Sekjen KemenPUPR Anita Firmanti dalam pembukaan acara Sosialisasi dan Kerjasama Kuliah Kerja Nyata(KKN) Tematik Infrastruktur, di kantor Ditjen SDA KemenPUPR, kemarin(5/6). Dalam acara itu hadir 19 Lektor dari Perguruan Tinggi (PT) se Indonesia, Kamis (5/7).
Menurut Anita Firmanti, program tersebut telah nampak hasilnya yakni terselenggaranya pendampingan pmberdayaan masyarakat oleh Dosen dan mahasiswa di 25 desa. Kelemba gaan pengelolaan infrastruktur berbasis masyarakat yng terbentuk, telah mampu menyusun Rencana Kerja Masyarakat yng didampingi mahasiswa KKN Tematik.
KKN Tematik bertujuan sebagai solusi keberlanjutan sistem. Secara garis besar kegiatan ini merupakan kegiatan pendampingan yang bertujuan mendampingi masyarakat dalam proses pembentukan kelembagaan pengelola infrastruktur.
Manfaat KKN Tematik, terbentuknya rencana kerja masyarakat, terbentuk nya desain infrastruktur sederhana. [ist]

Tags: