Satu Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Masrukhin

Bojonegoro,Bhirawa
Sebanyak 1.345 Calon Jemaah Haji 1439 H/2018 asal Kabupaten Bojonegoro siap diberangkatkan. Namun, dari 1.345 Calon Jamaah Haji itu ada satu orang yang gagal berangkat pada musim haji tahun ini, dikarenakan meninggal dunia.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag Bojonegoro, Masrukhin menjelaskan satu orang Calon Jamaah Haji yang gagal berangkat dikarenakan meninggal dunia bernama Sajat berasal dari Desa Tlogo Agung, Kecamatan Kedungadem.
“Satu jamaah yang tergabung pada kloter 41 dipastikan gagal berangkat dikarenakan jamaah tersebut telah meninggal dunia pada hari Selasa, Tanggal 17 Juli 2018 lalu,” kata Masrukhin, saat dtemui di kantornya, kemarin (29/7).
Menurutnya gagal keberangkatan ke tanah suci itu, semestinya posisinya bisa digantikan oleh ahliwaris, namun hingga ahli waris bersangkutan tidak belum juga mengurus paspor perbaikan.
“Jadi, CJH Bojonegoro dipastikan ada satu jamaah yang bakal berangkat,” jelasnya.
Masrukhin menerangkan menurut aturan CJH yang meninggal setelah tanggal 12 Maret 2018 dan sudah melakukan Pelunasan pembiayaan Haji dapat digantikan oleh ahli waris bersangkutan sekaligus memperbarui Paspor, nantinya pihak Kemenag Bojonegoro akan memberikan surat pengantar mulai dari provinsi hingga pusat.
“Namun hingga kini pihak keluarga ataupun ahli waris tidak segera mengurus paspor tersebut,” tuturnya..
Dengan kejadian itu, nantinya Biaya Pelunasan Ibadah Haji (BPIH) yang telah lunas tersebut akan dikembalikan kepada keluarga melalui rekening.
“Sehingga Uang BPIH menjadi milik ahli waris tentunya dengan persyaratan yang telah ada,”katanya.
Seperti diketahui, dari Daftar CJH Bojonegoro yang bakal berangkat melaksanakan ibadah ketanah suci sebanyak 1.345, dengan total jemaah itu, nantinya akan berkurang satu jamaah haji Bojonegoro batal berangkat dikarenakan meninggal dunia. bas

Tags: