Satpol PP Kota Mojokerto Tertibkan Baliho dan PKL di atas Trotoar 

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto menertibkan baliho di atas trotoar, jalan Pangsud Kotw Mojokerto, Selasa (24/7). [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Petugas Satpol PP Kota Mojokerto bersama tim  gabungan menggelar razia penertiban bersih-bersih terhadap pedagang kaki lima (PKL) serta puluhan baliho di atas trotoar.
Langkah penertibam ini dilakukan setelah peringatan yang dilakukan beberapa kali. Tak hanya petugas Satpol PP saja, razia ini juga diikuti oleh petugas kepolisian dan TNI.
Beberapa titik lokasi yang ditertibkan diantaranya PKL di sepanjang Jalan Residen Pamudji, Mojopahit, Bhayangkara, Mayjen Sungkono, Surodunawan dan sepanjang Jalan Raya Cinde yang menjadi sentral PKL liar.
“Kita sudah peringatkan, tapi tetap membandel. Maka dari itu kita tertibkan,” kata Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, Selasa (24/7).
Dalam razia ini, sejumlah pedagang harus rela melepaskan rombong dagangan. Bahkan, petugas tetap melakukan penyitaan rombong usai pedagang melayani pembeli. Tak hanya rombong berpenghuni saja yang diamankan, sejumlah rombong kosong yang berada di atas trotoar juga diamankan dan diangkut ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto.
Tak hanya rombong PKL yang diamankan, petugas juga membersihkan sejumlah baliho yang berada di atas trotoar. “Razia ini rutin kami gelar setelah adanya peringatan. Ini (penyitaan rombong) untuk mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Jangan sampai pejalan kaki terganggu karena ada rombong atau material promosi liar,” tandasnya.
Lebih jauh dikatakan Dodik, pihaknya mendeteksi ada sekitar 25 bangunan liar (bangli) yang terancam bakal dirobohkan. Namun, kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Pemkot Mojokerto ini, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi dan berharap pemilik bangli melakukan pembongkaran sendiri. “Kita peringatkan dulu. Kalau nanti saat deadline tetap membandel, akan kita robohkan,” pungkasnya. [kar]

Tags: