Sasar 10 Juta Anak, ORI Difteri Putaran Kedua Berlanjut

Kepala Bidang P2P Dinkes Jatim Drg Ansarul Fahrudda MKes (kiri) memaparkan imunisasi difteri atau Outbreak Response Immunization (ORI) putaran kedua bakal digelar, Jumat (29/6) lalu. [gegeh bagus/bhirawa]

Dinkes Jatim, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar imunisasi difteri atau Outbreak Response Immunization (ORI) putaran kedua mulai bulan ini hingga Agustus 2018. Hal ini guna untuk menurunkan angka kasus difteri dengan target sasaran 10 juta anak.
Kepala Bidang P2P Dinkes Jatim Drg Ansarul Fahrudda MKes mengatakan bahwa jumlah kasus difteri di Jawa Timur pada 2018 yang sudah di-update sampai 22 Juni sebanyak 430 kasus dengan jumlah kematian sebanyak tiga orang.
“Jumlah kasus (difteri, red) tertinggi yaitu Kota Surabaya dengan jumlah 50 kasus, karena wilayah urban. Sedangkan, kasus terendah di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah dua kasus,” katanya saat ditemui Bhirawa, Jumat (29/6) lalu.
Drg Ansarul menjelaskan, 80 persen penderita difteri berstatus imunisasi tidak pernah mendapatkan imunisasi (nol) atau diimunisasi namun tidaklah lengkap. Pada putaran kedua kali ini, kata dia, ori difteri sasarannya 10.720.507 jiwa dengan usia satu tahun sampai di bawah 19 tahun.
“Pada putaran kedua ini melibatkan 33.054 perawat, 18.116 bidan, 8.446 dokter, 248.400 kader dan 87.175 guru UKS di pos sekolah. Selain itu juga melibatkan guru sekolah umum ataupun sekolah yang dikelola oleh Kementerian Agama untuk memaksimalkan sosialisasi pelaksanaan ori,” jelasnya.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian pasca imunisasi. Dari evaluasi, lanjut Ansarul, ori putaran pertama menghasilkan capaian melebihi target minimal sebesar 98 persen dari target sebesar 90 persen.
Ia membeberkan laporan dari kabupaten/kota terhadap kasus difteri di wilayahnya bervariasi antara 2 sampai 50 kasus. Kondisi ini membuat Gubernur Jatim meminta kabupaten/kota menetapkan Kondisi Luar Biasa (KLB) difteri pada Januari 2018.
“Dan kemudian direspon oleh pemerintah pusat dengan ori difteri. Diharapkan dengan rangkaian pelaksanaan ori difteri maka kasus difteri di Jatim berangsur normal meski tidak 0 persen,” imbuhnya. [geh]

Tags: