Resmikan RSI Surabaya, Wapres Berharap Berikan Layanan Terbaik

Wapres RI Jusuf Kalla didampingi Gubernur Jatim Dr H Soekarwo melihat fasilitas di Gedung Graha RSI di Jalan Achmad Yani, Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan Gedung Graha Rumah Sakit Islam (RSI) di Jalan Achmad Yani, Surabaya, Kamis (12/7). Rumah sakit tersebut sebagai referensi proyek percontohan rumah sakit di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam sambutannya, JK berharap rumah sakit yang didirikan oleh Yayasan RS Islam Nahdlatul Ulama tersebut dapat memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat dengan mengedepankan teknologi. “Ini melengkapi niat baik dan harga diri biar mempunyai layanan yang Islami dan mengedepankan teknologi, saya ingin sampaikan penghargaan,” kata JK.
Rumah sakit swasta tertua di Kota Pahlawan ini akan dijadikan sebagai rumah sakit Pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Selain itu juga, lanjutnya, menjadi pusat layanan hemodialisa (cuci darah), serta layanan kesehatan dan kecantikan kaum hawa (women health and beauty).
Menurut JK, rumah sakit merupakan gawang terakhir yang wajib dipenuhi dengan fasilitas dan teknologi kesehatan yang memadai. Mulai dari skill tenaga kesehatan, penggunaan teknologi terbaik hingga hospitality.
“Oleh sebab itu, perbaikan fasilitas rumah sakit harus dibarengi dengan kesehatan lingkungan serta perilaku masyarakat,” imbuhnya.
Untuk itu, kata JK, pemerintah juga telah menjalankan gerakan hidup sehat. Berapa pun banyaknya rumah sakit, harus tangani penyebab timbulnya penyakit. Dan kampanye kebersihan lingkungan harus dilakukan.
Setelah memberikan sambutan, JK meninjau beberapa ruangan yang ada di gedung tersebut. Mulai dari poli umum, disusul dengan hemo dialis ruang cuci darah. Kemudian JK menuju lantai empat di ruang Mekah rawat inap. Diketahui RSI Surabaya ini berada dalam pengelolaan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis). Gedung tersebut pernah disambangi oleh JK pada 28 Februari 2017 lalu.
Sementara itu, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo berharap kehadiran RSI Surabaya semakin memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan berkualitas di Jatim. Dengan kualitas tersebut, diharapkan RSI semakin berkontribusi aktif dalam melakukan upaya promotif dan preventif kesehatan bagi masyarakat Jatim.
Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, secara struktur, fasilitas pelayanan kesehatan di Jatim sudah sangat lengkap. Mulai dari tingkat desa dimana terdapat 5.721 Pondok Bersalin Desa (Polindes), dan 3.213 Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). Kemudian di tingkat kecamatan terdapat 964 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), dan 2.720 Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga terdapat 377 Rumah Sakit (RS) di tingkat kabupaten/kota.
“Dari 377 Rumah Sakit itu, sebanyak 75% sudah terakreditasi. Dan dari seluruh RS di Jatim, 70%-nya adalah RS swasta. Karena itu, kami memberi apresiasi kepada RSIS yang terus meningkatkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat” katanya.
Pakde Karwo menambahkan, meski fasilitas tersebut sudah lengkap, namun diharapkan pelayanan kesehatan diseluruh tingkat, mulai desa hingga kabupaten/kota, bahkan sampai pusat, agar lebih mengutamakan penguatan fungsi promotif dan preventif. Yakni mempromosikan gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit.
Sementara, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Mohammad Nuh DEA mengatakan akan terus mengembangkan sinergi dengan rumah sakit Islam lainnya, lewat empat aspek. Yakni sumber daya insani, kultur, tata kelola energi dan infrastruktur termasum medical equipment. “Pembangunan ini juga untuk mendukung Kota Surabaya sebagai kota jasa layanan, terkait dengan layanan kesehatan,” ujarnya.
Direktur Rumah Sakit Islam Surabaya Samsul Arifin juga memaparkan bahwa RSI Surabaya ingin merubah imej masyarakat yang menganggap RSI Surabaya masih dikelola secara konvensional. Kini, kata dia, RSI Surabaya telah bertransformasi menjadi RS Islam yang modern, dengan peralatan dan sarana prasarana yang sesuai akreditasi.
“Sehingga bisa menjadi kebanggaan warga NU terhadap fasilitas kesehatan dan sebagai tolak ukur untuk menyambut 100 tahun NU pada tahun 2026,” pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menristek Dikti Mohammad Nasir, serta Gubernur Jawa Timur Drs H Soekarwo. [geh]

Tags: