PT PLN Jamin Tak Terpengaruh Rupiah Melemah

Salah satu pembangunan jaringan listrik di daerah

Surabaya, Bhirawa
Meskipun posisi rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika, namun PT PLN (Persero) memiliki strategi sendiri untuk mengatasi hal tersebut, yaitu strategi hedging. Srategi ini dinilai ampuh untuk membayaran jangka pendek.
Karenanya meski nilai tukar rupiah terhadap US Dolar melemah. Pada Senin (2/7) )hingga menembus Rp14,476 USD, namun PLN memastikan tidak akan mempengaruhi Tarif Dasar Listrik (TDL), dan tidak akan naik, meski utang PT PLN dalam bentuk USD.
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir mengatakan, sebagai strategi mengatasi gejolak tersebut, dia mengatakan telah menerapkan strategi hedging. Akan tetapi, skema tersebut dinilai ampuh untuk melakukan pembayaran atau pengeluaran dalam jangka pendek.
Sofyan menjelaskan bahwa pihaknya bakal segera melakukan penyesuaian. Pasalnya, sebagian pembayaran Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilakukan dengan menggunakan Dolar.
“Untuk yang bersifat jangka panjang atau lama tidak mungkin. Jadi, kami berharap gejolak nilai tukar rupiah hanya sementara,” ujarnya
Sofyan menuturkan, melemahnya nilai tukar rupiah akan meningkatkan pengeluaran perseroan. Diperkirakan, hal tersebut akan mengurangi keuntungan perseroan. “PLN memastikan tidak akan melakukan kenaikan tarif listrik. Kami berharap kenaikan beban PLN dapat diperhitungkan oleh pemerintah dalam bentuk subsidi.(ma)

 

Tags: