PT Bisa Antar Indonesia Launching Aplikasi BISTAR di Surabaya

Hasyim Muhammad bersama para model saat soft launching Bistar

Surabaya, Bhirawa
Era sebuah teknologi tak bisa dipungkirl akan terus tumbuh dan berganti. Perubahan semakin cepat dan menyesuaikan permintaan pasar yang juga cepat berubah. Termasuk dalam bidang transportasi di masyarakat yang kini sudah bisa dibilang beralih ke transportasi online.
Untuk melengkapi dan menjawab tantangn ini, sekaligus memberikan peluang bagi para driver online mencari tambahan penghasilan, maka PT.Bisa Antatr Indonesia melakukan soft launching Bistar di BG Junction Surabaya Minggu ,(22/7) kemarin.
Hasyim Muhammad, founder dari aplikasi Bistar yang ditemui di sela sela soft launching da|am acara Soft Launching Aplikasi Bistar mengatakan, perubahan yang cepat ini seringkali tidak bisa diikuti dengan cepat oleh sang pembuat regulasi, yaitu pemerintah. Namun bukan semata karena pemerintah yang lambat, namun Iebih pada kehati-hatian dalam menyikapi perubahan.
“Justru karena perubahan yang cepat itulah, regulator tidak bisa buru-buru, karena bisa jadi kondisi di masyarakat sudah berubah lagi dalam waktu dekat,” tegas Hasyim.
Dalam Soft Launching ini, publik dikenalkan dengan aplikasi baru bernama Bistar. Aplikasi ini merupakan aplikasi asli Surabaya yang ke depan diharapkan bisa dipakai oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia.
Bistar mempunyai perbedaan dengan aplikasi transportasi online Iain yang sudah ada karena aplikasi ini tidak menentukan tarif perjalanan. Tarif perjalanan yang dibayarkan oleh penumpang sepenuhnya bebas ditentukan oleh pengemudi atau yang biasa disebut Driver.
Driver memang berhak menawarkan nilai tarif perjalanan, namun di sisi lain, penumpang juga berhak secara penuh untuk memilih tarif mana yang dia pilih, termasuk untuk memilih menggagalkan perjalanan jika dianggap tidak ada tarif yang sesuai.
Dari sistem yang dipakai, Bistar memang berbeda karena Bistar merupakan aplikasi transportasi online pertama di Indonesia yang memakai sistem marketplace, yaitu sebuah sistem di mana aplikasi hanya mempertemukan antara penyedia jasa dan pemakai jasa. Selama ini, aplikasi transportasi online cenderung menentukan tarif sehingga biaya transportasi masih tergantung kebijakan perusahaan.
Di bidang lain selain transportasi, misalnya perdagangan, sudah Iebih dulu banyak yang memakai sistem marketplace. Contoh yang paiing populer untuk perdagangan ini adalah Tokopedia dan Bukalapak. Harga barang di sana tidak ditentukan oleh aplikastor melainkan oleh para penjual Iangsung.
Sistem marketplace ini dipercaya bisa menurunkan fungsi mediator yang ujungnya membuat harga sebuah barang dan jasa akhirnya Iebih mahal ketika sampai di konsumen. Untuk itulah, Bistar merasa bahwa ini adalah era baru dalam dunia transportasi online di mana sudah saatnya sistem marketplace juga merambah dunia transportasi.
Bistar sangat cocok digunakan oleh pengemudi atau driver online yang sudah ada. Di luar mtu,
pengusaha persewaan mobil baik mobil penumpang atau mobil barang, juga bisa memanfaatkan aplikasi ‘ini.
Dan karena memakai sistem marketplace, pada akhirnya Bistar juga akan menyerap banyak pemilik kendaraan pribadi yang akan terjun ke dunia transportasii Hasyim dalam kesempatan ini juga menunjukkan sistem marketplace Iain di bidang perhotelan yaitu AianB yang juga membuka kesempatan semua pemilik kamar kosong di rumahnya untuk ikut terjun di dunia perhotelan.
“Tokopedia itu punya 2,7 iuta pedagang dan 70% di antaranya adalah pengusaha baru. ltu adalah gambaran bahwa sistem marketplace mampu menarik minat masyarakat luas untuk ikut melakukan sesuatu yang produktif. Bistar akan membuat setiap orang yang memiliki kendaraan untuk mau berbagi kendaraannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” terang Hasyim.
Bistar ini menggabungkan antara sistem marketplace yang dimiliki Tokopedia dengan sistem sharing
economy yang diusung AianB dan membawanya ke dunia transportasi. tltulah mengapa Bistar yakin bahwa Bistar telah membuka era baru di dunia transportasi online. (ma)

Tags: