Presiden Jokowi Dipastikan Tak Hadiri Puncak HAN 2018

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise usai menutup Forum Anak Nasional 2018 di Hotel Singgasana, Minggu malam (22/7/2018). Gegeh Bagus Setiadi

(Suara Anak Indonesia Kandas)

Surabaya, Bhirawa
Harapan besar anak-anak peserta Forum Anak Nasional (FAN) 2018 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menghadiri puncak Hari Anak Nasional 2018 yang akan digelar di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (23/7/2018).
Keinginan ini diungkapkan perwakilan Forum Anak dari Sulauwesi Selatan (Sulsel), Bintang Al Rasyid (15) saat ditemui Bhirawa disela penutupan FAN 2018 di Hotel Singgasana, Surabaya, Minggu (22/7) malam.
Sembari menunggu kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, Bintang dari Kabupaten Enrekang ini mengharapkan Presiden Jokowi bisa menyempatkan hadir. Jika tidak bisa hadir, Bintang justru berharap realisasi akta kelahiran di tempatmya ia tinggal bisa terealisasi.
“Jika Pak Presiden Jokowi tidak bisa datang tidak apa-apa. Yang terpenting ada realisasinya dan kami mengharapkan ada percepatan akta kelahiran,” katanya.
Bintang yang kini duduk dibangku kelas XI ini meminta pemerintah setempat untuk melakukan jemput bola agar seluruh anak di daerahnya memiliki akta kelahiran. “Pemerintah harus bisa jemput bola di rumah. Karena kantor pemerintah semuanya ada di kota. padahal banyak anak-anak di pelosok yang jauh dari kota. Jadi seperti sensus gitu,” bebernya.
Selain itu, Bintang mengharapkan pemerintah atau petugas keamanan setempat untuk melakukan operasi di Kabupaten Enrekang secara rutin. Pasalnya, ia selalu mendapati anak-anak yang masih duduk di bangku SD sudah merokok.
“Yang paling bahaya disana itu kenakalan remaja. Disana anak-anak usia 8-17 tahun atau mulai dari SD sudah merokok. Disana anak-anak pulang sekolah tidak langsung pulang, dan suatu tempat itu meroko. Dan penjual rokoknya juga tidak melarangnya,” ungkapnya.
Atas dasar itulah, Bintang bersama teman sebayanya berjuang untuk merubah kebiasaan anak-anak yang mengarah pada perbuatan tercela di daerahnya.
“Kami sering menggelar Konselor Sebaya di segala tempat. Jadi kami Memberi tahu bahaya merokok, dan kami ajak ke hal yang positif. Kami ajak permainan-permainan tradisional juga,” paparnya. Meski demikian, Bintang mengaku bangga menjadi anak Sulauwesi Selatan karena pelayanan kesehatan dan pendidikan telah merata.
Hal senada juga disampaikan perwakilan Forum Anak Sumatera Utara, Wawan Septrianus Lase. Ia telah mengetahui Presiden Jokowi tidak bisa menghadiri puncak Hari Anak Nasional 2018. Padahal, Wawan sangat mengharapkan atas kehadiran orang nomor satu di Indonesia karena ingin mengungkapkan sesuatu hal yang dinilai mendesak.
“Kami mengharapkan Pak Jokowi bisa datang. Karena saya ingin meminta untuk melindungi anak-anak yang ada di Sumatera Utara. Karena disana itu isu kekerasan terhadap anak sangat kencang sekali,” ujarnya. Dengan kehadiran Presiden Jokowi, kata Wawan, suara anak-anak Indonesia yang telah dirumuskan bersama dalam Forum Anak Nasional 2018 bisa didengar langsung.
Terpisah, salah satu panitia penyelenggara FAN 2018 belum bisa memastikan apakah Presiden Jokowi bisa hadir atau tidak. “Kami sendiri belum mengetahui secara pasti. Jadi tentatif, ya,” katanya.
Menteri PPPA, Yohana Yembise pun mengaku belum tahu secara resmi apakah akan dihadiri oleh Presiden atau tidak. “Secara resmi saya belum tahu,” jawabnya singkat usai menutup FAN 2018.
Ditanya aspirasi dan rumusan masalah yang telah disiapkan ratusan anak Indonesia untuk Presiden Jokowi, Mama Yo, sapaan akrabnya mengatakan, akan mendengarkan suara anak yang telah dirangkum.
“Mereka pada saat pertemuan disini ini telah mempersiapkan suara-suara anak dan dari seluruh daerah mereka rangkum dan akan dibacakan, kita akan dengar besok,” jawabnya.
Perlu diketahui, puncak peringatan Hari Anak Nasional 2018 akan digelar di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan dengan dihadiri 500 orang dewasa dan 3.000 anak mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, anak-anak panti asuhan, perwakilan Forum Anak Nasional dan anak penyandang disabilitas. (geh)

Tags: