Pondasi Jembatan Penghubung Tuban-Bojonegoro Ambrol

Pondasi Jembatan Ngabungan ambrol akibat tergerus air. [Achmad basir]

Dishub Tutup Akses untuk Roda Empat
Tuban, Bhirawa
Jembatan Ngabungan yang menghubungkan antara Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Bojonegoro, di desa Kedungjambe Kecamatan Singgahan, mengalami runtuh pada bagian pondasi atau penyangggah jembatan, kemarin minggu (29/7). Jembatan yang memiliki panjang sekitar 14 meter dan lebar 6 meter pertama kali ketahui warga sekitar pada pagi hari yang sedang melakukan aktivitas.
Camat Singgahan, R Moch Dani Ramdani mengatakan, pihaknya mendapat laporan ambrolnya bagian pondasi jembatan dari kepala desa setempat dan telah melakukan kordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Jatim, UPT PU Bina Marga Bojonegoro, Dinas Perhubungan Jatim, Polsek Singgahan dan Kepala Uptd PU Kec. Singgahan untuk dilakukan tindakan cepat guna tidak ada korban jiwa.
“Kita sudah kordinasi dengan dinas dan pihak terkait untuk diambil tindakan, supaya tidak ada suatu hal yang tidak kita inginkan,” kata Camat Singgghan saat dikonfirmasi lewat pesan singkat (30/7).
Dihubungi terpisah Kapolsek Singgahan, AKP Budi Santoso, dalam laporannya menyatakan, jembatan dibangun pada tahun 1995 hanya bisa dilewati kendaraan roda 2, untuk roda 4 dialihkan lewat Saringembat keluar Wirun Parengan, dan sudah meminta Kasat Lantas berkoordinasi dengang Kasat Lantas Polres Bojonegoro, Polres Rembang dan Blora agar tidak melintas ke jalur tersebut, khususnya kendaraan truk besar/gandeng.
“Kita juga sudah meminta pihak Polres Tuban, untuk berkordinasi ke Polres Bojonegoro, Rembang dan Blora, supaya truk tidak melintas ke jalur itu,” tambanhnya.
Melihat, masih lanjut AKP Budi, Jembatan Ngabungan yang merupakan akses utama menghubungkan antara Kec. Jatirogo – Bojonegoro ini banyak dilalui kendaraan, terutama kendaraan Truk dan Fuso, sehingga kondisi Jembatan sangat rawan, ketika masih dilintasi kendaaran besar.
“Kita sudah menempatkan anggota dilokasi untuk memberikan himbauan kepada pengguna jalan yang akan melewati jembatan utk lebih berhati hati,” terang Budi Santoso.

Tutup Akses Roda Empat
Dinas Perhubungan Tuban menutup akses untuk kendaaran roda empat melewati jembatang Ngabungan, di Desa Kedungjambe Kecamatan Singgahan yang menghubung Kabupaten Bojonegoro.
“Jembatan di Kecamatan Singgahan sampai dengan hari ini, arus sementara ditutup untuk roda 4, sedangkan kendaraan pribadi dialihkan ke selatan melewati Desa Ngawun (parengan), Semenetara arus kendaraan barang dari arah Lasem di alihkan ke arah Bulu, yang dari arah Bojonegoro dialihkan ke arah Ponco-Soko-Pakah,” kata Gunadi Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, (30/7).
Lebih lanjutnya, langkah-langkah yang diambil bersama tim dari Dishub Prov Jatim, Dishub Tuban, Satlantas Polres, UPT Bina Marga Prov akan segera menyiapkan rambu banner permanen untuk petunjuk arah dan himbauan. “Yang terpasang sekarang adalah papan himbauan bersifat sementara,” katanya.
Selain itu, untuk roda dua, masi dapat melintas jembatan secara bergantian. Karena kondisi jembatan pondasi yang longsor 1/3 badan jalan. Dari Dishub Tuban sudah mengirim rambu-rambu berupa barikade 10 unit, water barrier 6 unit, yang digunakan pengalihan arus lalu lintas dari arah Bojonegoro maupun Jatirogo. “Perintah Kapolres Tuban untuk kendaraan roda 4 ditutup total utk menghindari kondisi tidak diinginkan dan jatuh korban,” tambahnya.
Sementara itu, rombongan dari Perencanaan dan Pemeliharan Jembatan Binamarga Jatim melakukan Sidak ke lokasi jembatan untuk melihat kondisi terakhir pasca pondasi bawah jembatan Ngabungan patah di duga diakibatkan gerusan air.
Kasi jalan UPT PU Bina Marga Bojonegoro, Purwanto mengatakan, akan segera memperbaiki jembatan Ngabungan ini dalam waktu dekat ini. “Kalau tidak segera diperbaiki dampaknya akan besar, karena jembatan itu sekaligus jalur alternatif kendaraan berat antar Provinsi Jatim dan Jawa Tengah,” ujar Purwanto. [hud,bas]

Tags: