Pleno Pilgub Khofifah-Emil Menang, Saksi Gus Ipul-Puti Tolak Tanda Tangan

Saksi memeriksa kotak suara

Gresik, Bhirawa
Hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbuka rekapitulasi suara Pilgub Jatim. Pasangan nomor urut satu Khofifah-Emil tetap menang di Kab Gresik, namun saksi Gus Ipul-Puti tolak Penandatanganan hasil pleno karena di duga banyak kecurangan.
Berdasarkan versi KPU Kab Gresik dari 18 kecamatan. Hanya dua kecamatan yakni Kec Balongpanggang dan Wringinanom yang dimenangi pasangan Cagub nomor urut dua Gus Ipul-Puti.
Menurut Ketua KPU Gresik, Akhmad Roni, rapat pleno terbuka rekapitulasi ini juga dilakukan jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 18 kecamatan. Hasil rekapitulasi di 18 PPK se-Kab Gresik, pasangan Khofifah-Emil unggul atas pasangan Gus Ipul-Puti. Total suara pasangan Khofifah-Emil memperoleh 345.598 suara, atau 58%. Sedangkan pasangan Gus Ipul-Puti memperoleh 251.351 suara, atau 42%.
Dari hasil rekapitulasi itu, nantinya KPU Gresik segera dikirim ke KPU Provinsi Jatim. Untuk selanjutnya, dilakukan rapat pleno rekapitulasi di tingkat Provinsi Jatim. Sebelum nantinya pasangan Khofifah-Emil, ditetapkan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2023. ”Kami bersyukur proses telah berjalan dengan lancar, sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.
Sementara saksi Paslon nomor urut 2, Imam Munawar mengatakan, dengan tegas menolak hasil rapat pleno karena banyak kecurangan, utamanya permasalahan terkait administrasi. Sebab mendapatkan laporan kejadian di sejumlah wilayah, seperti di Kec Duduksampeyan, untuk DA dan DAA (berita acara rekapitulasi di PPK, red) tidak dimasukkan ke dalam sampul dan tidak tersegel.
Pada kasus di Kec Gresik, dokumen C plano tidak dimasukkan ke dalam kotak suara. Dan dokumen penting itu tertinggal di papan perhitungan rekapitulasi,
di Kec Kebomas. Surat suara yang diterima ternyata kurang dari DPT (daftar pemilih tetap) dan tambahan 2,5%, juga untuk data daftar pemilih tambahan (DPTb) jumlahnya juga tidak sesuai dengan jumlah pengguna. Yang tertulis itu 111, tapi yang menggunakan hak suara 108.
Ditanvahkan Imam Munawar terkait proses Pilgub di Gresik, penyelenggara melakukan kesalahan yang bersifat administratif. Sehingga pihaknya menolak untuk menandatangani hasil rapat pleno itu. [kim]

Tags: