Pj Bupati Tulungagung Ingatkan ASN Kooperatif pada Penyidik KPK

Jarianto berserta nyonya dan Forkopimda menyalami kepala sekolah TK, SD/MI, SMP/MTs Se-Tulungagung dalam acara halal bihalal di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (3/7).

(Sekda Tulungagung Sudah Dimintai Keterangan)
Tulungagung, Bhirawa
Pj Bupati Tulungagung, Dr Jarianto MSi, meminta ASN lingkup Pemkab Tulungagung yang dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kooperatif. Jangan sampai mempersulit pemeriksaan atau mangkir.
“Kalau (ASN) dimintai keterangan oleh KPK ya harus kooperatif. Sekarang kita semua harus taat hukum,” ujar Jarianto pada Bhirawa di sela acara Halal Bi Halal bersama Kepala TK, SD/MI dan SMP/MTs se-Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (3/7).
Saat ini sejumlah petugas penyidik KPK tengah berada di Tulungagung. Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar SIK menyebut keberadaan penyidik KPK di Tulungagung sejak Jumat (29/6) lalu dan rencananya akan berada di Tulungagung sampai Jumat (6/7) mendatang. Penyidik KPK menggunakan ruangan di Kantor Polres Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan saksi.
Sejauh ini, lanjut Jarianto, ia belum mengetahui secara detail berapa ASN yang dimintai keterangan KPK tekait kasus yang membuat mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Sutrisno ST MT, dijadikan tersangka dan ditahan KPK tersebut. “KPK meminta keterangan tidak memberi surat pemberitahuan ke Pemkab. Mereka langsung ke yang bersangkutan. Jadi kami tidak mengetahui siapa saja yang dimintai keterangan,” paparnya.
Menurut dia, dimungkinkan KPK akan melakukan pemeriksaan tidak hanya terhadap ASN yang ada di Dinas PUPR Tulungagung tetapi juga di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya. “Mungkin yang terkait. Tapi itu saya juga belum tahu,” paparnya lagi.
Di tempat yang sama, Sekda Tulungagung, Ir Indra Fauzi MM, mengakui jika baru saja dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Pemeriksaan berlangsung di Kantor Polres Tulungagung pada Sabtu (30/7) akhir pekan lalu.
“Saya dimintai keterangan selama enam jam. Mulai pukul 10 pagi sampai pukul 16.00 WIB,” bebernya.
Indra Fauzi pun mengungkapkan jika surat dari KPK untuk pemerksaan dirinya tidak diterima melalui Pemkab Tulungagung. Tetapi langsung di rumah kediamannya.
“Jadi saya tidak tahu siapa saja (ASN) yang dimintai keterangan oleh KPK. Saat saya sudah selesai dimintai keterangan, pulang dan tidak bertemu dengan ASN lain saat akan pulang itu di halaman Kantor Polres,” paparnya.
Sementara itu, Selasa (3/7) siang, penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah Sutrisno di Kecamatan Karangrejo dan Sukarji, salah seorang kabid Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, di Kecamatan Boyolangu.
Informasi yang diperoleh Bhirawa menyebutkan ada dua tim dari penyidik KPK yang melakukan penggeladahan. Satu tim menuju rumah Sutrisno, dan tim lainnya menuju rumah Sukarji secara bersamaan. (wed)

Tags: