PII Desak Tambang Emas Tumpangpitu Bisa Sejahterakan Masyarakat

Ir. Andira Reoputra, Dipl, MAURP, Sekretaris Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jatim.

Surabaya, Bhirawa
Tambang emas Tumpangpitu yang terletak di kawasan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi dinilai berpotensi bagi masyarakat Banyuwangi bahkan Jawa Timur.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ir. Andira Reoputra, Dipl, MAURP, Sekretaris Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jatim, dalam Focus Group Doscussion (FGD) Pokja Wartawan DPRD Jatim dengan tema “Tumpangpitu, Potensi atau Polemik Bagi Masyarakat”.
“Kalau ditanya potensi apa polemik, saya kira tambang emas Tumpangpitu justru potensi positif bagi masyarakat. Contohnya 70 persen pekerja di sana adalah masyarakat sekitar,” ujar pria yang akrab disapa Reo itu, Sabtu (14/7).
Namun Reo mengingatkan sejumlah konsesus positif antara PT Bumi Suksesindo (BSI) selaku pengelola tambang Tumpangpitu dengan Pemkab Banyuwangi harus terus dikawal, diantaranya pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu dua masalah fundamental masyarakat.
Reo mengungkapkan MoU antara BSI dengan Pemkab Banyuwangi sudah diteken terkait tambang Tumpangpitu. Pemkab sendiri berinvestasi Rp500 Miliar pada proyek itu. Begitu pula soal CSR dan program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“CSR harus dirasakan oleh masyarakat sekitar. Itu kewajiban perusahaan pada masyarakat, ” beber Reo.
Profesional muda ini juga menyoroti soal infrastruktur. Ia berharap jalan-jalan di sekitar lokasi tambang harus dalam kondisi mantap. Karena infrastruktur menjadi salah satu ukuran perhatian terhadap masyarakat.
“Infrastruktur hal yang paling gampang dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Karena itu menjadi parameter kepedulian pengelola tambang pada masyarakat sekitar. Kalau pendapatan asli daerah (PAD) penting tapi tidak dirasakan langsung masyarakat,” pungkasnya. [cty]

Tags: