Perayaan HBA Ke-58, Kejati Gelar Nikah Massal Gratis

Pasangan Triana Nur Chasanah dan Alexander mengaku bahagia mengikuti nikah massal yang diselenggarakan Kejati Jatim, Selasa (17/7).[abednego/bhirawa]

Kejati Jatim, Bhirawa
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim terus mengadakan berbagai macam kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 pada tahun ini. Di antaranya mengadakan kegiatan bakti sosial dengan menggelar acara nikah massal gratis bagi masyarakat.
Sebanyak 20 pasangan calon pengantin telah mendaftarkan diri dalam keikutsertaan di nikah massal ini. Namun dari puluhan pendaftar, Kejaksaan mendapati empat pasangan calon pengantin yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi sehingga berhak mengikuti nikah massal ini.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Sunarta mengatakan, calon pengantin yang mendaftar ada puluhan orang. Namun Kejaksaan menyeleksi dan mendapati empat pasangan calon pengantin. Kebanyakan peserta, lanjut Sunarta, sebelumnya telah menikah, namun tidak tercatat secara negara.
“Karena yang lain sudah nikah siri, jadi hanya empat pasangan calon yang bisa mengikuti nikah massal dalam peringatan HBA ke-58 di Kejati Jatim,” kata Sunarta, Selasa (17/7).
Sunarta menjelaskan, nikah massal ini adalah bakti sosial masyarakat yang merupakan program dari pusat. Sehingga masing-masing Kejaksaan Tinggi juga melaksanakan kegiatan serupa, yakni mengadakan nikah massal gratis.
“Semua Kejati se Indonesia seharusnya menyelenggarakan hal serupa. Kami hanya mampu empat, karena memang waktunya yang mepet. Alhamdulillah ini terlaksana,” ungkapnya.
Penyelenggaraan nikah massal ini, juga bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Jawa Timur. Satu persatu pasangan calon pengantin menjalani proses akad nikah secara islam.
Rona bahagia nampak terpancar dari salah satu pasangan pengantin yang baru saja menjalani ijab kabul, yakni Triana Nur Chasanah dan Alexander. Kedua pasangan asal Kota Surabaya ini mengaku senang akhirnya bisa menikah dan disaksikan di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim dan orangtuanya.
“Alhamdulillah, sangat senang. Karena perjuangan kami tidak mudah, istilahnya kami lolos seleksi untuk mengikuti nikah massal ini,” ungkap Triana.
Triana mengaku mengetahui nikah massal di Kejati Jatim dari grup WhatsApp. Setelah itu mereka berdua mempersiapkan syarat-syarat yang ditentukan Kejaksaan. Setelah mempersiapkan persyaratan tersebut, mereka terpilih menjadi pasangan nikah massal di Kejati Jatim.
“Kami senang sekali, karena dari puluhan orang yang mendaftar, akhirnya kami bisa terpilih. Senang, bahagia, pokoknya tak bisa diutarakan dengan kata-kata,” aku Siti.
Triana bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti nikah massal ini. “Terima kasih banyak atas semua kebaikan dari kantor Kejaksaan Tinggi. Semoga Allah yang mengganti semuanya,” doa Triana untuk Kejati Jatim. [bed]

Tags: