Pentingnya Peran Orang Tua di Era Digital

Oleh :
Mitha Adilina
Mahasiswa Progam Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Salah satu penentu kesuksesan seorang anak di masa depan adalah bagaimana cara mendidik yang diterapakan oleh orang tua dalam proses pertumbuhannya. Di era digital seperti ini, orang tua mengalami banyak tantangan dalam mengasuh anak. karena pada kenyataan perkembangan teknologi digital tidak hanya membawa kemudahan dalam segala hal, tetapi terkadang juga dapat menjadi bumerang terhadap penggunanya. Tidak jarang dengan adanya teknologi dapat menciptakan jarak disebuah hubungan, khususnya keluarga. Contohnya jika salah satu dari orang tua atau anak yang terlalu sibuk dengan gadgetnya, hal itu dapat membuat adanya jarak antara keduanya dan biasanya berakhir dengan anak yang menjadi berbuat kasar, membangkang, ataupun bertingkah negatif yang lainnya.
Yang terpenting dilakukan oleh orang tua dalam mengasuh anak di era digital seperti ini adalah dengan membangun komunikasi dengan baik. Sesibuk apapun diharapkan orang tua dapat berkomunikasi dengan sang anak baik secara langsung maupun tidak langsung, contohnya dengan sekedar menanyakan bagaimana kabarnya, apa yang sedang mereka lakukan, apakah mereka sudah makan atau belum, atau pertanyaan-pertanyaan yang lain. Dengan adanya hal tersebut dapat mendekatkan orang tua dan anak secara fisik dan juga secara emosional. Pada saat itu juga orang tua dapat mengajarkan bagaimana cara bersosialisasi dan membangun keterbukaan, sehingga tumbuh rasa kepercayaan anak terhadap orang tua supaya anak kedepannya dapat bercerita tentang apa yang diinginkannya, dan apa yang dicita-citakannya termasuk harapan-harapan orang tua terhadap anaknya.
Selain itu, membangun karakter anak dengan mengajari anak untuk mengembangkan kecerdasan emosi supaya dapat mengontrol suasana hati dan mengekspresikannya dengan baik dan wajar. Memberikan kesempatan pada anak untuk belajar menjadi diri sendiri, mengambil keputusan, dan memahami konsekuensi dari pilihan yang telah dipilihnya. Membiasakan mereka mengenal lingkungan sekitarnya dengan sering-sering mengajaknya keluar rumah. Hal ini juga akan memperbaiki kemampuan sosialisasi anak sehingga ia akan mudah menyesuaikan diri saat beranjak dewasa.
Orang tua dituntut untuk lebih kreatif dalam mengasuh anak. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengguna gadget tidak hanya didominasi oleh kalangan dewasa saja, tetapi anak-anak pun juga menggunakannya. Tidak heran jika pengguna internet di Indonesia tiap tahunnya mengalami kenaikan yang pesat. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mempunyai alternatif pengalihan supaya mengurangi penggunaan gadget yang tidak perlu pada anak. Misalnya seperti bermain diluar rumah, bersepeda, menyalurkan bakat dan minat anak (sepak bola, bulutangkis, menari), menyediakan alat-alat penunjang anak untuk berkreasi, dll.
Dalam mengasuh anak, peran Ibu seringkali dianggap sebagai pengasuh utama. Padahal, sosok Ayah juga tak kalah penting. Anak membutuhkan kasih sayang yang berimbang. Pembagian tugas antara Ayah dan Ibu memang berbeda-beda, Ibu memang lebih sering memiliki interaksi dengan anak, tetapi Ayah juga harus bisa meluangkan waktu khusus untuk bersama anak. Namun, saat ini banyak orang tua yang lebih mempercayakan pengasuhan anaknya pada pembantu atau jasa pengasuh anak lainnya.
Mengasuh anak di era digital membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua. Peran orang tua dalam pemakaian gadget sangatlah diperlukan, orang tua harus bisa mengawasi dan mengontrol pemakaian gadget pada anak. Tidak semua yang ada digadget dapat bermanfaat. Sebagai orang tua yang baik, sebaiknya mereka harus bisa menyaring apa saja yang boleh diakses oleh anak kita. Sebelumnya orang tua juga harus memberikan edukasi tentang apa itu internet beserta bahaya dan manfaatnya.
Banyak sekali dampak negatif gadget yang menghantui anak jika orang tua tidak mengontrolnya, contohnya seperti tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal, anak kita yang mulai kecanduan mengakses gambar, cerita atau video porno, hal itu dapat memicu dorongan yang kuat untuk menirukannya. Selain itu, jika dilihat dari sisi kesehatan anak yang sudah kecanduan gadget akan dipastikan pola makan dan tidurnya menjadi tidak teratur.
Pada awalnya memang orang tua memberikan gadget pada anaknya dengan tujuan untuk kemudahan berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Namun, terkadang orang tua juga kurang memahami dan memikirkan apa saja dampak yang akan timbul kedepannya. Wajib untuk kita ketahui juga bahwa internet sering diibaratkan seperti dua mata pisau yang memiliki efek baik dan juga dampak merugikan untuk penggunanya.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengontrol penggunaan gadget pada anak-anak, yaitu rajin untuk cek dan pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, pantau penggunaan media sosial dan video pada anak, jangan biarkan anak bermain gadget sendirian dikamar karena akan sulit untuk mengawasinya, mengatur durasi anak dalam menggunakan gadget, dan memberikan penjelasan pada anak tentang apa yang boleh mereka akses dan mana yang tidak boleh mereka akses.
Kemajuan perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari. Sudah waktunya bagi orang tua dituntut untuk selalu aktif dan melek teknologi, karena pada dasarnya orang tualah yang menjadi pelindung dan pengawas anak dalam menggunakan gadget dalam kesehariannya. Internet bukanlah melulu negatif untuk anak, namun itu bisa juga menjadi jendela orang tua untuk mengetahui apa yang ada dipikiran sang anak. Dan untuk anak itu sendiri, internet bisa menjadi sarana menemukan jati diri ataupun kesenangan yang akan diminatinya untuk kedepannya.

——— *** ———–

Tags: