Penembak Mobil Ery Cahyadi Divonis Dua Bulan

Royce Muljanto, terdakwa dugaan pengrusakan mobil Ery Cahyadi divonis dua bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana di PN Surabaya, Selasa (31/7). [abednego/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Royce Muljanto, terdakwa kasus dugaan pengrusakan (penembakan) mobil milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Surabaya Ery Cahyadi divonis dua bulan penjara. Putusan ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (31/7).
Terdakwa yang mengenakan kemeja khas warna putih ini nampak tenang menjalani persidangan di Ruang Garuda I PN Surabaya. Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menyatakan terdakwa Royce Muljanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pengrusakan. Hal itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Pasal 406 KUHP.
Adapun hal yang meringankan, terdakwa mengaku bersalah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu, korban sudah memaafkan perbuatan yang dilakukan terdakwa. Sedangkan hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.
“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman pidana dua bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana dalam putusannya, Selasa (31/7).
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa sebelumnya. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso, terdakwa dituntut selama 3 bulan penjara. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai dengan Pasal 406 KUHP.
Menanggapi vonis itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya mengaku pikir-pikir. Senada dengan sikap kuasa hukum, Jaksa Ali Prakoso juga menyatakan pikir-pikir. “Pikir-pikir dulu majelis,” ucap keduanya.
Seperti diberitakan, kasus ini berawal saat mobil pribadi Ery Cahyadi, Toyota Innova warna hitam bernopol L 88 EC diberondong peluru oleh Royce pada Rabu (14/3) siang. Penembakan itu terjadi saat mobil parkir di rumah Ery di Perumahan Puri Kencana Karah Jambangan.
Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), terdapat sebelas peluru yang ditemukan petugas. Peluru-peluru tersebut bersarang di bodi bagian belakang mobil. Kemudian Royce berhasil ditangkap anggota Satreksrim Polrestabes Surabaya di KFC Ahmad Yani, setelah mobilnya termonitor di Bundaran Waru.
Royce nekat melakukan aksinya, lantaran sakit hati kepada Ery Cahyadi yang sudah menyegel dan membongkar bengkel moge miliknya di Jalan Ketintang Madya nomor 111 Surabaya. Tak lama kejadian tersebut, Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan tersangka dan melakukan penyidikan atas kasus tersebut. [bed]

Tags: