Penculikan Bocah Berumur 11 Tahun Berhasil Digagalkan di Sidoarjo

Ibu dan adik korban penculikan

Sidoarjo, Bhirawa
Penculikan terhadap bocah 11 tahun gagal, setelah korban yang pulang mengaji di Desa Siwalan Panji, Buduran, berontak kabur meninggalkan penculiknya saat berada di Lingkar Timur Sidoarjo. Bn, gadis tinggal di Desa Siwalan Panji dibawa kabur orang tak dikenal ketika pulang mengaji di kampungnya.
“Peristiwanya terjadi pada Rabu (25/7) petang kemarin. Ketika anak saya pulang mengaji,” terang Lisa, ibu korban ditemui dikosnya, Kamis (26/7). Bn berangkat mengaji bersama adiknya. Setelah selesai, sang adik disuruh pulang. ”Sedangkan korban katanya mau belajar kelompok bersama beberapa temannya,” tukas dia.
Nah, saat itu di tengah perjalanan tiba-tiba bocah perempuan ini diajak naik motor oleh orang tidak dikenal. Orang itu memakai sarung, berbaju lengan panjang, dan mengendarai motor Honda Revo. Awalnya, adik korban disuruh naik sepeda. Tapi karena ban sepedanya kempes, dia akhirnya berjalan kaki jarak tempat mengajinya hanya beberapa ratus meter.
Ibu korban menjelaskan, saat dalam perjalanan naik motor itu, dia terus berontak. Sampai akhirnya berhenti di pinggir sawah di Jalan Lingkar Timur (JLT) Sidoarjo. Di sana, siswi kelas 5 MI itu berupaya kabur. Sempat terjadi tarik menarik dengan pria yang membawanya. Lalu, Bn berhasil kabur. ”Muka dan tangan anak saya sampai memar-memar, rompi bajunya juga robek. Mungkin karena tarik menarik itu,” tuturnya.
Setelah berhasil kabur, Bn berusaha mencari pertolongan kepada masyarakat yang ditemuinya, tapi tidak ada yang menghiraukan. ”Kata anak saya, dia sempat menghentikan dua orang pengguna jalan dan meminta tolong tapi tidak ada yang berhenti. Akhirnya, anak saya bertemu dengan penjual martabak dan diantar pulang. Tidak tahu siapa yang ngantar anak saya itu, penjual martabak atau pembelinya. Saya lupa tidak menanyainya, karena saking senangnya,” beber dia.
Mengetahui anaknya jadi korban penculikan, ia pun langsung lapor ke Ketua RT untuk dilaporkan lagi ke Kepala Desa Setempat. ”Kemarin malam Pak Kades sama Polisi ke rumah, tapi anak saya tidak manjawab apa-apa, dia hanya diam saja,” jelasnya.
Pada Rabu (25/7) malam, setelah mendapat kabar terkait peristiwa ini, sejumlah petugas sudah datang ke rumah korban. Keluarga dan korban juga sempat ditanyai oleh petugas. Kemudian pada Kamis (26/7) pagi, petugas melanjutkan upayanya dalam penyelidikan kasus ini. Polisi kembali mendatangi tempat tinggal korban untuk mengorek keterangan lebih lanjut.
“Iya, polisi sudah datang dan meminta keterangan. Tapi anak saya masih cenderung diam,” kata Lisa.
Petugas juga meminta keterangan seputar potensi orang yang sedang ada masalah dengan keluarga ini. “Saya dan keluarga tidak ada masalah dengan siapa-siapa,” lanjutnya. Korban dan ibunya siang tadi dibawa ke Puskesmas Buduran untuk menjalani visum. Mereka didampingi oleh pihak desa setempat. [hds]

Tags: