Pemkab Pasuruan Imbau Kualitas Mangga Alpukat Harus Tetap Dijaga

Petani mangga alpukat saat menyortir mangga alpukat di Desa Lombo Watuluyuh, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Pemkab Pasuruan mengharapkan agar petani menjaga kualitas dan kuantitas mangga alpukat atau mangga klonal 21 asal Kabupaten Pasuruan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, M Ihwan menyampaikan dengan menjaga kualitas dan kuantitas mangga alpukat, otomatis brand-nya tetap terjaga sehingga tetap diminati masyarakat luas. “Kualitasnya harus tetap dijaga. Sehingga masyarakat luas tetap meminati. Hindari pengoplosan mangga dengan non gadung klonal 21. Nanti itu akan bisa merusak brand-nya,” ujar Ihwan, Selasa (3/7).
Menurutnya, untuk packing mangga alpukat harus tetap dilakukan. Hal itu tentunya bisa meningkatkan harga jual. “Packing bisa meningkatkan harga jual, termasuk daya tarik. Misalnya harga semula hanya Rp 25 ribu per kilogram, dengan di-packing bisa dijual Rp 30 ribu per kilogramnya bahkan bisa lebih,” kata Ihwan.
Brand mangga klonal 21, mangga yang banyak ditemui di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan sudah naik daun. Permintaannya sudah banyak, bahkan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Contohnya, tahun lalu di Jakarta dan Pemkab Pasuruan sudah bekerja sama dengan salah satu pihak swasta di wilayah Jakarta. Untuk menawarkan mangga klonal 21 asli dari petani. “Lebih dari 70 ton mangga alpukat ludes terjual di Jakarta pada tahun lalu. Mangga senilai Rp 1,3 miliar berhasil dipasarkan. Makanya, tahun ini kami akan merealisasikan hal yang sama,” tambah Ihwan. [hil]

Tags: