Pemkab Blitar Pastikan Tak Ganti Rugi Proyek Normalisasi Sungai Sutojayan

Heru Irawan

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memastikan tidak ada memberi biaya ganti rugi bagi masyarakat Kecamatan Sutojayan yang terdampak proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan dalam proyek normalisasi sungai di Kecamatan Sutojayan pihaknya hanya bertugas sebagai tim fasilitasi antara BBWS, pihak rekanan dan masyarakat.
“Kami hanya tim fasilitasi saja antara Pemkab, pihak BBWS, Rekanan dan masyarakat saja,” kata Heru Irawan.
Lanjut Heru, terkait dengan pengaduan masyarakat bagi masyarakat terdampak proyek ini, pihaknya dan Bupati Blitar sudah sering mendapat aduan dari masyarakat setempat soal lahan mereka yang terdampak proyek tersebut.
“Dan kemungkinan mereka menuntut ganti rugi kepada Pemerintah, saat ini yang kami ketahui tidak ada,” jelasnya.
Selain itu dikatakan Heru, sejak awal proyek ini dicanangkan Pemkab Blitar telah meminta untuk memanfaatkan semaksimal mungkin tanah milik jasa Tirta dan milik masyarakat dan masyarakat tidak akan menerima ganti rugi apapun, dimana sesuai dengan desain proyek normalisasi ini jumlah lahannya lebar 30 meter, namun lahan milik jasa Tirta hanya 21 meter.
“Sehingga harus ditambah di bagian kanan dan kiri masing masing lima meter yang merupakan lahan milik masyarakat, dan dalam waktu dekat kami akan mengecek kondisi dilapangan dan melakukan komunikasi bersama dengan pihak BBWS Jatim,” pungkasnya.
Sementara perlu diketahui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp 185 miliar untuk normalisasi Kali Unut dan Bogel, dimana dua sungai di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar ini kerap menjadi sumber bencana banjir di Blitar selatan.
Proyek yang dijadwalkan kelar dalam tiga tahun ini, diharapkan menjadi solusi terakhir bagi warga Sutojayan terhindar dari langganan banjir. [htn]

Tags: