Patuhi Kemendikbud Tidak Terapkan Calistung

Kasek SD Islam Al-Abror, Fita Ariyadi MPd bersama ratusan orang tua wali murid dan pengurus komite saat mengikuti seminar pendidikan baru baru ini. [sawawi]Mengenal SD Islam Al-Abror Situbondo

Situbondo, Bhirawa
Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2018 bagi sekolah tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Santri Situbondo sudah diambang pintu. Ini karena sejak 16 Juli mendatang semua siswa sudah memulai memasuki pendidikan sekolah paska libur panjang ramadan dan idul fitri 1439 H. Termasuk juga berlaku bagi keluarga besar Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Abror Situbondo yang mendukung edaran dari Kemendikbud RI untuk tidak menerapkan tes calistung (baca tulis berhitung) kepada calon siswa baru 2018.
Kepala Sekolah (Kasek) SDI Al-Abror Situbondo, Fita Ariyani MPd mengatakan, tahun ajaran pendidikan 2018 lembaga pendidikan yang ia pimpin patut untuk bersyukur karena berhasil menerima siswa baru sesuai dengan pagu dan kuota yang ada. Bahkan, aku Fita Ariyani, SD Islam Al-Abror mampu menarik animo siswa baru melebihi pagu yang ditetapkan. “Tahun 2018 ini siswa kami yang lulus sebanyak 4 kelas. Jadi kami menerima siswa baru ya sebanyak 4 kelas juga,” aku Fita, Minggu (1/7).
Menurut Fita, sesuai aturan yang berlaku setiap SD ditetapkan hanya boleh menerima jumlah siswa baru sebanyak 28 anak setiap kelasnya. Aturan ini, ujar Fita, sudah diikuti oleh SD Islam Al-Abror pada setiap PPDB tiap tahunnya. “Jadi kalau tahun ini kami menerima siswa baru sebanyak 4 kelas yang totalnya jumlahnya sebanyak 112 anak. Padahal yang sudah mendaftar sangat membludak hingga mencapai 150 anak,” ungkap Fita.
Selain itu, Fita juga konsisten dan komitmen kepada aturan dan kesepakatan bersama para wali murid dan pengurus komite sekolah dalam menjalankan kebijakan PPDB tahun 2018. Termasuk juga, beber Fita, keberadaan seragam sekolah dibebaskan kepada para orang tua untuk membeli sendiri di luar sekolah. “Kami hanya memberi himbauan kepada siswa baru untuk membeli seragam almamater dan pakaian seragam olahraga saja. Itu pun hanya satu stel saja,” pungkas Fita.
Sementara itu salah satu guru SD Islam Al-Abror Situbondo, Eko Lukman Fajar menimpali, setiap memasuki tahun ajaran baru tempat ia mengajar selalu tunduk dan patuh kepada aturan pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo. Termasuk diantaranya kebebasan pembelian seragam diluar sekolah, menerima jumlah siswa sesuai dengan pagu dan tidak menarik biaya apapun. “Kami tidak menarik uang apapun. Termasuk dari map pendaftaran dan lainnya kami tidak menarik biaya,” terang Fajar.

 

Fita Ariyani MPd

Menjadi Sekolah Model, Jadi Rujukan Studi Banding
Setiap memasuki tahun ajaran baru, banyak sekolah yang dihadapkan pada kendala minimnya animo siswa baru untuk mendaftar. Namun hal itu tidak berlaku bagi SD Islam Al Abror Situbondo yang menyandang sebagai salah satu sekolah model di Kota Bumi Salawat Nariyah. Sekolah dibawah kendali Fita Ariyani ini justeru menjadi primadona setiap tahunnya karena banyak mengajarkan sistem pendidikan agama dan pelajaran umum secara berimbang yang membuahkan prestasi membanggakan bagi setiap anak.
Menurut Fita Ariyani, mayoritas yang mendaftar adalah wali murid lama yang notabene kakak kelas yang pernah menimbal ilmu di SD Islam Al-Abror. Fita bahkan mencatat para pendaftar sudah ada yang antri (inden) sampai dua tahun sebelum anaknya masuk sebagai siswa baru di SD Islam AL-Abror. “Kami tidak terlalu gembar gembor publikasi dimedia setiap masa pendaftaran baru dan juga jarang pasang abnner di jalan jalan. Karena kami sudah punya pendaftar dari kolega atau saudara kakak kelas yang menimbal ilmu terlebih dahulu,” tandas Fita.
Masih kata Fita, sejak SD Islam Al-Abror menerapkan sekolah model, ia bersama tenaga pendidik dan kependidikan serta pengurus Komite Sekolah dan wali murid banyak melakukan penataan internal di sekolah. Ini karena, lanjutnya, sekolah model merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan kompetensi para Kepala Sekolah. Dengan status sekolah model itulah, SD Islam Al Abror selalu jadi jujugan perolehan prestasi bagi SD-SD di Kabupaten Situbondo. “Tidak sedikit para Kepala Sekolah datang ke SD Islam Al-Abror untuk meminta pendampingan dan bimbingan untuk bahan dan persyaratan tahapan menjadi sekolah model,” aku Fita.
Disisi lain, Eko Lukman Fajar, pengajar mapel pendidikan Agama di SDI Al Abror menuturkan banyak penilaian keberadaan SD Islam Al-Abror menjadi pilot projek bagi penyandang sekolah model di Situbondo. Satu diantaranya adalah, ungkap Fajar, SD Islam Al-Abror dikabarkan mendapatkan nilai akreditasi A dari tm penilai. Prestasi ini dicapai, menurut Fajar, karena SD Islam Al-Abror mampu memiliki grade yang baik meski cara perolehan instrumennya cukup berat. “Kami juga menerapkan transparansi dalam setiap kebijakan di sekolah sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan lancar,” pungkas Fajar. [awi]

Tags: