Paguyuban Senopati Tetap Eksis Pertahankan Atribut Tempo Dulu

Ketua paguyuban Sepeda Koeno Patriot Sedjati (Senopati) Amirullah menunjukkan sepeda kuno anggota Senopati, Minggu (1/7). [abednego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Keberadaan komunitas maupun paguyuban sepeda ontel di Surabaya semakin banyak. Mulai dari sepeda balap maupun sepeda tua. Salah satu paguyuban sepeda tua yang masih eksis sampai saat ini adalah Paguyuban Senopati atau Sepeda Koeno Patriot Sedjati.
Paguyuban yang diketuai Amirullah ini berdiri pada 20 Mei 2001. Mempunyai moto, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kesetiakawanan Sosial, Jer Basuki Mowo Beo, serta Kerukunan dan Persaudaraan. Paguyuban Senopati tetap mempertahankan atribut tempo dulu seperti zaman Belanda.
Totalitas anggota menjadikan paguyuban ini banyak meraih berbagai penghargaan dari kompetisi yang mereka ikuti. Terbukti Paguyuban Senopati hingga saat ini mampu mengumpulkan tropi kejuaraan sekitar 183 piala.
“Kota Surabaya merupakan ikon Kota Pahlawan, sehingga kami mendongkrak bagaimana ikon Kota Pahlawan ini tidak punah. Salah satunya dengan memegang teguh dan tetap mempertahankan atribut tempo dulu yang identik dengan perjuangan Kota Pahlawan,” kata Amirullah saat ditemui Bhirawa di acara Car Free Day Kodam V Brawijaya, Minggu (1/7).
Beranggotakan 70 orang, Amirullah mengaku para anggota Senopati tidak hanya berasal dari Kota Surabaya saja. Melainkan ada yang dari Sidoarjo dan Gresik. Dengan anggota dari kalangan pengusaha, ABRI, Denpom dan pelindung dari Senopati yakni Puspom Jakarta. Kegiatan rutin Paguyuban Senopati yakni mengikuti acara car free day dan berkumpul di eks Museum Mpu Tantular Surabaya.
Kukuhnya mempertahankan atribut tempo dulu yang identik dengan nuansa perjuangan Kota Pahlawan, diakui Amrullah sebagai wujud mempertahankan nuansa tempo dulu. Bagi generasi muda yang hobi dengan sepeda kuno, Amirullah mengajak generasi muda untuk bergabung dengan Senopati. Karena Paguyuban Senopati bukan hanya bersepeda saja, namun memiliki kegiatan beragam.
“Kita juga ada kegiatan fotografi, teatrikal, mocopat (komunitas Jawa), pameran sepeda kuno dan berbagai kegiatan positif,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Amirullah mengaku, Senopati akan mengadakan kegiatan Kirab Kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang. Dengan mengambil start di Denpom V/4 Surabaya dan finish di Taman Budaya Jawa Timur atau Gedung Cak Durasim. “Kami juga mengadakan pameran di Gedung Cak Durasim. Yakni pameran sepeda tua, motor tua dan foto-foto perjuangan,” ucapnya.
Paguyuban yang beralamatkan (kantor sekretariat) di Jl Mastrip Gogor III No 8 B Kelurahan Jajar Tunggal Kecamatan Wiyung Surabaya ini berharap generasi muda maupun masyarakat Kota Surabaya mempertahankan budaya di Kota Pahlawan. Pihaknya juga mengharapkan kepada pemerintah hendaknya ikon Kota Pahlawan lebih ditonjolkan.
“Selain sebagai daya tarik wisatawan. ditonjolkannya ikon Kota Pahlawan ini agar siapapun yang mengunjungi Surabaya akan langsung melihat dan merasakan bahwa mereka sedang berada di kota yang dulu banyak para pahlawan gugur dalam mempertahankan kota ini,” pungkasnya. [bed]

Tags: