Pabrik Pengolahan Kayu Lapis Hangus Terbakar di Kabupaten Malang

Pabrik Pengolahan Kayu Lapis milik CV Megatex Karya Unggul, Desa Krebet, Kec Bululawang, Kab Malang dilalap api

Kab Malang, Bhirawa
Pabrik pengolahan kayu lapis milik CV Megatex Karya Unggul yang berada di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, pada Rabu (11/7) pagi, hangus terbakar. Akibat kebakaran tersebut, pemilik pabrik mengalami kerugian material yang nilainya mencapai miliran rupiah.
Kapolsek Bululawang Kompol Supari, Rabu (11/7), kepada sejumlah wartawan, jika di wilayahnya terjadi kebakaran yang menimpa pabrik pengolahan kayu lapis CV Megatex Karya Unggul, yang pemiliknya bernama Roy Agustinus, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Meski terjadi kebakaran hebat di pabrik tersebut, namun tidak sampai membawa korban jiwa.
“Tapi kebakaran itu telah membuat kerugian pemilik perusahaan, karena bangunan pabrik dan alat-alat produksi serta kayu sebagai bahan pembuatan kayu lapis kesemuanya terbakar dan tidak bisa terselamatkan,” ungkapnya.
Dugaan sementara kebakaran pabrik pengolahan kayu lapis itu, kata Supari, penyebabnya adalah terjadinya konsleting mesin oven kayu. Dan sejauh ini, pihkanya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Tim Identifikasi Polres Malang.
Namun untuk penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut, maka pihaknya telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur (Jatim). Sedangkan Labfor Polda Jatim rencananya akan melakukan penyelidikan di TKP, pada hari Jumat (13/7) mendatang.
“Polisi tidak mau berspekulasi terlalu jauh, adanya kemungkinan unsur kesengajaan pabrik pengolahan kayu lapis itu terbakar. Dan pihaknya saat ini tidak bisa menyatakan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sehingga pihaknya menunggu hasil penyelidikan Tim Labfor Polda Jatim,” tegasnya.
Supari menjelaskan, kronologis kebakaran pabrik pengolahan kayu lapis, pada pada hari Rabu (11/7) dini hari, pukul 02.30 WIB. Sehingga dengan adanya kebakaran itu, maka sebanyak 10 unit Pemadam Mobil Kebakaran (PMK) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Pabrik Gula (PG) Krebet Baru, PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), dan dibantu PMK Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sedangkan api bisa dipadampakan pada pukul 08.30 WIB, yang saat ini masih dilakukan pendinginan lokasi kebakaran.
Sementara itu, Supervisor Produksi CV Megatex Karya Unggul Suroto menerangkan, jika api pertama kali diketahui oleh salah satu karyawan yang ada di bagian oven kayu, yakni Mahardika. Sedangkan Mahardika sendiri masuk shif malam, dan karyawan yang shif malam berjumlah 120 orang. “Saat pertama diketahui ada asap api di mesin oven kayu, maka para karyawan membuka pintu oven, namun api sudah dalam posisi sudah membesar,” ungkapnya.
Begitu mengetahui ada kebarakan, lanjut dia, sebagian karyawan melapor ke Polsek Bululawang, dan menghubungi PMK PG Krebet Baru karena sangat dekat dengan lokasi kebakaran. Karena banyaknya material di dalam pabrik sangat mudah terbakar, hal itu cepat merembet ke mana-mana hingga membakar semua isi yang ada dalam pabrik. Padahal, hari Jumat ini persiapan untuk loading lima kontainer yang berisi kayu lapis untuk dikirim ke China, dan Minggu yang akan datang rencananya ada 10 kontainer yang akan juga dikirim, tapi semua hangus dalam kebakaran tersebut.
“Bangunan gedung dan mesin ada asuransinya, tapi untuk material bahan baku dan hasil produksi bukan tanggungan asuransi. Sehingga dengan kebakaran ini, maka perusahaan mengalami kerugian yang kami perkirakan mencapai miliaran rupiah,” tandas Suroto. [cyn]

Tags: