ORI Difteri Capai 93,33 Persen, Lampaui Target Minimal Nasional

Wali Rukmini meninjau Posyandu Mawar.

Probolinggo, Bhirawa
Memasuki hari ke 15 dalam rangka pencanangan Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri putaran ke dua, Wali Kota Probolinggo Rukmini terus melakukan peninjauan ke berbagai posyandu di daerahnya.
Kemarin Wali kota i ke Posyandu Mawar di Jl. Brantas Pohsangit Kidul, RW 2, Kecamatan Kademangan. Didampingi Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kepala Dinas Kesehatan dr Ninik Ira Wibawati, Kepala Bagian Humas dan Protokol Mardi Prihatini dan Camat meninjau posyandu.
ORI Difteri dilaksanakan tiga putaran di tahun 2018. Putaran pertama pada bulan Februari kemarin, putaran kedua pada bulan Juli sekarang dan ke tiga dilaksanakan pada bulan Desember. Untuk di Posyandu Mawar sendiri sasaran ORI Difteri sebanyak 40 balita.
Wali Kota Rukmini, Minggu (15/7) berharap ORI Difteri putaran kedua ini bisa mencakup seluruh balita khususnya di Kota Probolinggo. “Saya harap ORI Difteri putaran kedua ini bisa mencakup seluruh balita, sehingga balita di Kota Probolinggo jauh dari penyakit difteri yang mematikan ini, ” harap Rukmini.
Untuk ORI Difteri putaran pertama Kota Probolinggo sudah mencapai 93 persen dengan target minimal 90 persen, maka putaran kedua ini harus melebihi 93 persen. “Saya harap ORI difteri di putaran ke dua ini bisa melebihi di putaran pertama, ” ucapnya.
Rukmini berpesan kepada petugas kesehatan untuk berkeliling ke sekolah – sekolah yang bentar lagi akan mulai ajaran baru, mulai PAUD sampai SMA untuk melakukan ORI Difteri karena sasaran usia 1 sampai 19 tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, Yoesminingsih menginformasikan sasaran balita di Posyandu tersebut sebanyak 122 balita. Pelaksanaan ORI Difteri dilaksanakan sebanyak tiga putaran di tahun 2018. Putaran pertama pada bulan Februari, putaran ke dua pada bulan juli serta putaran ke tiga direncanakan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.
Yoesminingsih juga menyatakan jika capaian ORI Difteri di Kota Probolinggo sudah melebihi target nasional. “Pelaksanaan ORI Difteri ditujukan sebagai upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk Kota probolinggo sudah melebihi target nasional yaitu minimal 90 persen terimunisasi. Pelaksanaan putaran Pertama ORI Difteri di Kota Probolinggo mencapai 93,33 persen”, katanya.
Lebih lanjut Wali Kota Probolinggo berharap capaian ORI Difteri di Kota Probolinggo bisa mencapai 100 persen. “Ini adalah putaran ke dua. Saat ini cakupan Kota Probolinggo sudah mencapai 93,33 persen, hampir menuju 100 persen. Dari jumlah sasaran 70.082 anak yang terimunisasi sebanyak 65.411 anak,”ujarnya.
” Saya berharap untuk putaran ke dua ini bisa meningkat. Momennya pas, karena kegiatan belajar di sekolah telah kembali aktif. Target ORI terbesar pada anak sekolah yaitu 82,5 persen. Saya harap ibu-ibu memperhatikan perkembangan anaknya. Apabila anaknya kurang lincah, sakit atau gangguan lainnya segera periksakan ke dokter. Mudah-mudahan anak Indonesia tambah maju, pinter, dan sehat,” jelasnya.
Pada hakekatnya masalah imunisasi tidak luput dari perhitungan untung dan rugi. “Dengan imunisasi anak pasti mendapat keuntungan bukan kerugian. Keuntungan imunisasi tidak terlihat secara langsung tetapi beberapa tahun yang akan datang,” paparnya.
Rukmini meminta kepada Kader Posyandu untuk lebih sabar dan proaktif dalam menjalankan tugasnya. “Harus lebih perhatian kepada balita. Kalau ada anak yang belum imunisasi mohon dikunjungi rumahnya, diajak orang tuanya untuk mengimunisasikan putranya. Saya juga minta kepada Dinas Kesehatan untuk mengupdate jumlah Posyandu. Tolong direkap kalau ada Posyandu baru atau Posyandu yang sudah tidak aktif. Saat ini jumlah Posyandu kita sekitar 218,” tandasnya.
“Kader Posyandu juga harus bisa menyampaikan kepada ibu dan calon ibu betapa pentingnya imunisasi bagi pertumbuhan bayi. Imunisasi dapat memberikan kekebalan tubuh serta mencegah terjadinya infeksi tertentu. Jadi saya harap para Kader mampu meyakinkan Ibu-Ibu agar anaknya ikut imunisasi ,” pintanya.
Seperti kita ketahui, imunisasi merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit dengan cara memasukkan bibit penyakit berbahaya yang telah dilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh. Vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap jenis antigen tersebut dimasa yang akan datang. Imunisasi boleh saja diberikan pada semua umur, namun beberapa imunisasi akan lebih efektif apabila diberikan sejak usia nol bulan sampai dengan 18 bulan, tambahnya. (Wap)

Tags: