Nisa Bocah Miskin Penderita Gizi Buruk, Luput Perhatian Pemerintah

Bocah gizi buruk Khoirun Nisa saat tergulai lemah di rumahnya

Sampang, Bhirawa
Khoirun Nisa bocah perempuan berusia 11 tahun, warga Dusun Sangsang, Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, mengalami gizi buruk sejak lahir. Namun sayang keterbatasan ekonomi keluarga tidak otomatis bocah tersebut terdaftar program Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Khoirun Nisa bocah penderita gizi buruk merupakan anak dari pasangan Abdus Salam (50) dan Sumaniyah (48), tak bisa bermain seperti anak seusianya. Tubuhnya kering terlihat tulang. Anggota tubuh tak bisa digerakkan bahkan hanya menangis merengek kesakitan.
Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang Siti Farida yang berkunjung kerumahnya, ia mengaku prihatin kondisi anak Khoirun Nisa. Mirisnya lagi, bocah ini tidak terdaftar program Kartu Indonesia Sehat (KIS).Minggu (1/7).
“Dia tidak terdaftar di program pemerintah, entah luput dari sasaran atau memang kurang diperhatikan,” tanya aktivis yang getol terhadap sosial dan kesehatan di Sampang itu.
Dirinya meminta pemerintah segera turun tangan memberikan uluran untuk menyelematkan kondisi bocah tersebut. Karena selain bantuan kesehatan, keluarga juga tidak terdaftar Program Keluarga Harapan (PKH).
“Bayangkan keluarga mereka belasan tahun tidak menerima bantuan sosial maupun kesehatan dari pemerintah,” tandasnya.
Sementara Sumaniyah ibu bocah gizi buruk, ia mengatakan kelahiran Khoirun Nisa dalam keadaan normal. Menginjak usia sekitar 8 bulan, dia jatuh sakit demam tinggi. Keluarga pun membawanya ke rumah sakit di Pamekasan, RSUD Sampang, hingga Puskesmas setempat.
Ikhtiar ini bukan membawa Nisa sembuh malah justru kejang-kejang karena panasnya semakin tinggi. Tak henti disitu, untuk kesembuhan putri bungsu dari kelima saudara, Khoirun Nisa menjalani perawatan medis selama 7 bulan dengan bantuan alat oksigen.
“Saat ini sudah tidak dirawat lagi karena biaya tidak ada, makan sehari-harinya saja susah tak cukup, maka itu pengobatan alternatif seadanya,” terangnya.
Setiap hari Khoirun Nisa diberi makanan berupa suplemen energi untuk memenuhi asupan gizi. Kadang mengkonsumsi susu nutrisi. Hal ini demi mengimbangi kondisi tubuh.(lis)

Tags: