Lewat Dongeng Wujudkan Impian

Adiba Karyanto

Adiba Karyanto
Menyukai dunia dongeng tak membuat seorang Adiba Karyanto malu untuk memutuskan menjadi pendongeng sebagai profesinya. Meskipun masih berusia 12 tahun, siapa sangka remaja kelahiran Surabaya ini memperoleh prestasi yang cukup gemilang berkat bakat mendongengnya.
Terbukti melalui lomba dongeng yang diadakan Clevo pada tahun 2016 lalu di tingkat nasional, Adiba sukses meraih juara umum dan berhak memperoleh beasiswa untuk bersekolah di salah satu sekolah bakat bergengsi di Jakarta, Global Sevilla School.
“Alhamdulillah, berkat bakat saya sebagai pendongeng saya mendapatkan beasiswa di Global Sevilla School untuk terus mengembangkan bakat yang saya miliki” ungkap wanita berambut panjang ini.
Tentu saja, sambung Adiba, apa yang Adiba raih saat ini juga tidak lepas dari peran kedua orangtua saya. Di mana sejak kecil hingga saat ini mereka terus mendukung Adiba dalam berkarir sebagai pendongeng maupun storyteller.
“Waktu bunda tahu bakat Adiba di dongeng, Bunda dukung Adiba seratus persen. Kebetulan tante adalah guru bahasa Inggris, jadi Adiba juga dilatih mendongeng sama tante Adiba untuk mengasah kemampuan” cerita dia.
Lebih lanjut, bakat itu ia rasakan ketika pertama kali duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar. Ia mengaku jika acara drama musical Barbie adalah tontonan yang membuatnya berkeinginan menjadi seorang pendongeng untuk pertama kalinya.
“Dulu waktu kelas dua SD aku suka banget nonton drama-drama musical kayak Barbie gitu. Aku sering meragain jadi tokoh utama terus ngomong-ngomong sendiri di depan kaca. Dari situ aku mulai tertarik dunia perdongengan, khusunya menjadi seorang pendongeng” cerita wanita yang pernah meraih juara pertama mendongeng tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan Perpustakaan Jatim ini.
Selain karena tertarik dengan drama musikal, sambung Adiba, ia juga mengaku jika memang pada dasarnya ia menyukai kegiatan komunikasi dengan orang-orang sekitar. “Basik saya adalah Storyteller. Tapi aku ingin certain tentang Indonesia seperti legenda, kepahlawana dan yang berhubungan dengan Indonesia di kancah dunia. Aku ingin menduniakan perdongengan Indonesia di mata dunia” Kata wanita kelahiran 17 Maret 2006 ini.
Meskipun capaian yang di raih cukup membanggakan, hal itu bukan berarti bagi seorang Adiba Karyanto tidak memiliki kesulitan. Hingga saat ini, diakuinya, Ia cukup kesulitan membedakan merubah suara karakter satu dengan karakter yang lain. “Hingga saat ini, mengolah suara masih menjadi kendala bagi saya. Tapi saya terus belajar untuk bisa memberikan performa terbaik” Ucap dia.
Dalam setiap penampilannya, Adiba memilih tidak menggunakan property boneka untuk menjelaskan karakter yang ia bawakan. Justru, ia mengaku dia karakter yang ia ciptakan sendiri, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
“Saya nggak pernah menggunakan boneka atau semacam visual karakter gitu sih. Saya lebih nyaman dengan karakter yang saya buat. Dalam satu cerita saya bisa berganti karakter menjadi dua hingga tiga tokoh. Itu yang membuat saya tertantang dalam mendongeng” papar wanita yang suka bernyanyi ini.
Wanita yang mengidolakan Adyan Maryadi dalam dunia perdongengan ini berpesan agar generasi muda khususnya anak-anak dan remaja agar tidak melupakan dongeng. Mengingat menurutnya, melalui dongeng hubungan emosional akan tercipta.
“Untuk teman-teman jangan pernah melupakan dongeng. Karena ini sangat bermanfaat bagi kalian. Untuk orangtua mulailah menciptakan pendongengan untuk mendekatkan diri kepada anak. Dan terus dukung anak-anak menyukai dunia perdongengan” tandas Adiba Karyanto. [ina]

Rate this article!
Tags: