KPU Surabaya Pastikan Hari Ini Sampaikan Hasil Pilgub ke KPU Jatim

Rapat pleno terkait rekapitulasi perhitungan suara Pilgub Jatim periode 2018 – 2023 di KPU Surabaya, Kamis (5/7). [trie diana/bhirawa]

KPU Surabaya, Bhirawa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, menggelar rapat pleno terkait rekapitulasi perhitungan suara Pilgub Jatim periode 2018 – 2023, Kamis (5/7). KPU Surabaya memastikan pada 6 Juni sudah mengirimkan hasil Pilgub Jatim 2018 ke kPU Jatim.
Rapat pleno ini dimulai pukul 10.00 dan dihadiri oleh seluruh undangan yakni, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), saksi dari masing-masing Pasangan Calon (paslon) dari nomor urut 1 dan 2, serta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kota.
Ketua KPU kota Surabaya Nur Syamsi mengatakan hingga pukul 17.00 perhitungan sudah mencapai 1 8 kecamatan. Diharapkan Kamis perhitungan bisa dilakukan secara keseluruhan di tiap kecamatan. “Mudah- mudahan di 23 kecamatan lainnya tidak terjadi masalah soal perbedaan data dengan kami dan saksi bisa sama. Kami menargetkan hari ini (Kamis kemarin, red) perhitungan selesai,” harapnya.
Secara umum rapat pleno tidak terlalu banyak persoalan. Dilihat dari dinamikanya, tidak terlalu banyak perubahan dari hasil yang direkap oleh kecamatan. Hanya saja, lanjut dia, sempat ada sedikit perbedaan pemahaman dari saksi nomor urut dua dalam menyikapi hasil rekap kota dan kecamatan, khususnya terkait soal daftar pemilih tambahan dan daftar pemilih pindahan. Namun permasalahan itu terselesaikan dengan baik dan secara umum tidak terlalu banyak persoalan dari rapat ini.
“Itu pun terjadinya hanya di tingkat KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), tapi untuk DAA dan DA1 sudah sesuai. Artinya sudah diselesaikan di tingkat PPK,” jelasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Teknis Nurul Amalia mengatakan, setelah perhitungan rekapitulasi tingkat kota selesai dilakukan, surat suara akan langsung disetorkan di tingkat provinsi. “Rencananya 7 Juli akan dilakukan rekapitulasi di tingkat provinsi,” katanya.
Ia mengungkapkan, sempat ada protes dari saksi paslon nomor urut 2 soal C1 (hasil dari TPS yang diserahkan di PPK) yang ada di Kecamatan Sambikerep untuk TPS 36 Kelurahan Lontar.
“Di awal kan saksi paslon 2 ingin membuka C1, ternyata C1 yang dibawa paslon sama dengan data yang kami bawa termasuk juga untuk DAA dan DA1. Ternyata setelah kami teliti perbedaannya ada di entri,” pungkasnya. [gat]

Tags: