KPPU, Polda, dan Disnak Sidak Harga Ayam dan Telur di Pasar Wonokromo

KPPU, Polda Jatim dan Disnak Jatim saat sidak di pasar Wonokromo.

Surabaya, Bhirawa
Terkait dengan gonjang ganjing harga daging dan telur ayam, pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya yang dipimpin langsung oleh kepala KPD Surabaya Dendy R Sutrisno, Polda Jatim diwakili ole AKBP Rama Kasubdit Indaksi Ditreskrimsus, dan Yoedi Hendri kasi pemasaran spesial peternakan Disnak Jatim Kamis (26/7) di pasar Wonkromo Surabaya kemarin.
Intinya menurut mereka tidak ada hal hal yang perlu dikhawatirkan terkait dengan kenaikan harga daging dan telur ayam apalagi kenaikan yang tidak sampai pada hal hal yang bisa menimbulkan kerawanan sosial, hal yang membuat lega KPPU, Polda Jatim dan Disnak Jatim selain harga fluktuatif yang wajar, kesediaan daging dan telur ayam masih cukup tidak sampai mengalami kelangkaan sebagaimana yang dikhawatirkan.
Kendati demikian, mereka semua baik dari KPPU. Polda Jatim dan Disnak Jatim tetap memperhatikan kondisi yang ada, dengan harapan agar jangan sampai masalah kecil yang disepelekan akan menjadi besar yang nantinya susah dihadapinya, “Kita akan dalami semuanya tetmasuk untuk mengurai akar masalah yang ada, karena para pedagang yang ada di Pasar Wonokromo ini umumnya mereka menaikkan harga karena mengikuti harga kulakan atau harga beli dari pengepul yang memang dinaikkan,”ungkap AKBP Rama.Yang jelas semua pihak belum bisa bertindak apa apa, karena memang tidak menemukan apa apa yang perlu diambil tindakan.
Sementara itu, beberapa pedagang yang sempat disidak, mereka juga mengaku terpaksa menaikkan harga karena harga kulakannya naik, “Kalau kita tidak ikut menaikkan harga kan rugi bagaimana saya harus menyekolahkan anak anak saya,” ungkap bu Munipah 54 tahun yang menempati stand LDBC No.62 pasar Wonokromo Surabaya.
Menurut bu Munipah harga daging ayam saat ini berkisar Rp 39.000 sampai dengan Rp 40.000 perkilo nya, sikatakanbini termasuk harga yang tertinggi bila dibandingkan dengan hari besar atau hari raya yang hanya berkisar Rp36.000 sampai dengan Tp38.000 saja perkilonya, sementara harga kulakannya berkisar Rp26.000, dengan tambah upah potong Rp1000/satu ekor ayam.
Sementata itu, pedagang telor ayam bu Indah 44 tahun yang menempati stand LDB blok B No.303 pasar Wonokromo juga mengaku ya ikut arus gonjang ganjing harga karrlena harga kulakannya yang nai. Saat ini harga kulakan Rp 23.000/kg jual Rp 25.000/kg. bu Indah mengaku tertlpaksa haru bikut arus kalau tidak maka ia akan hancur, apalagi anak anaknya pada masih sekolah yang membutuhkan biaya tisak sedikit.(ma)

Tags: