Komisi Pemberantasan Korupsi Kembali Panggil Ketua DPRD Jatim

Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus gratifikasi dan TPPU mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman di Gedung KPK, Selasa (31/7).

(Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Nganjuk)
Surabaya, Bhirawa
Sempat tak memenuhi undangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Ketua DPRD Jatim sekaligus Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar akhirnya mendatangi gedung rasuah di Jakarta Selatan, Selasa (31/7) ini. Kemarin Halim mencoba membeberkan posisinya terkait dugaan penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.
Usai menjalani pemeriksaan, sekitar pukul 15.30 politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu terpantau keluar dari ruang pemeriksaan yang ada di lantai 2 Gedung KPK. Sebelum meninggalkan kantor KPK, Gus Halim mengaku menjawab sejumlah pertanyaan penyidik sebatas yang dia ketahui mengenai Taufiqurrahman.
Tapi, kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar itu membantah pernah melakukan transaksi jual beli aset dengan Bupati Nganjuk. “Saya ditanya apa yang saya ketahui tentang Pak Taufiqurrahman. Saya ceritakan apa adanya, saya kenal waktu di Jombang sebagai sesama pengurus partai politik. Tapi, nggak ada pembelian aset (tanah) di Jombang dan Nganjuk,” ujarnya di Gedung KPK, Selasa (31/7).
Sekadar mengingatkan, Taufiqurrahman terjaring OTT KPK satu tahun lalu atas dugaan menerima suap promosi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk pada 2017, dan gratifikasi terkait sejumlah proyek infrastruktur.
Sesudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Taufiqurrahman terbukti bersalah menerima suap dan divonis tujuh tahun penjara serta denda Rp 350 juta.
Sebelumnya, dari hasil pengembangan penyidikan, KPK juga menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka kasus pencucian uang.
Taufiq diduga memindahkan, membelanjakan, menitipkan atau mengubah bentuk hasil gratifikasinya sepanjang 2013 sampai 2017, dengan cara membeli sejumlah kendaraan dan tanah atas nama orang lain.
Dalam proses pengusutan, penyidik KPK sudah menyita sejumlah aset milik Taufiq. Di antaranya 1 unit mobil Jeep Wrangler Sahara Artic 4D Tahun 2012, dan 1 unit mobil Smart Fortwo. Kemudian, KPK juga menyita sebidang tanah seluas 12,6 hektare di Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. [cty]

Tags: