Kapolrestabes-Sekber Benteng NKRI Awasi Aksi Separatisme di Surabaya

Sekber Benteng NKRI bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan beraudiensi di ruang kerjanya, Selasa (24/7).[[gegeh bagus/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Sekber Benteng NKRI terus menggelorakan untuk menolak aksi-aksi separatisme di Kota Surabaya. Sebab, beberapa waktu lalu aksi yang bersinggungan dengan Bangsa Indonesia sempat mencuat di Kota Pahlawan ini.
Kali ini, Sekber Benteng NKRI yang terdiri dari berbagai elemen Ormas di Jatim melakukan audiensi dan dialog dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di ruang kerjanya, Selasa (24/7).
Sedangkan dari Sekber Benteng NKRI yang hadir yakni Drs Arukat Djaswadi dari CICS, Ustad Choirudin FPI, Susi Rohmadi FKPPI, Arifin Patriot Garuda, Syuhada PPM dan Basuki Pemuda Pancasila.
“Dalam dialog, kami memberikan masukan dan harapan kepada Kapolrestabes Surabaya dalam menangani gerakan separatis dan provokator- provokator yang sudah dirasa bisa membuat rusuh dan tidak kondusifnya Jawa Timur khususnya Surabaya,” kata Susi Rohmadi.
Dengan Semangat #JogoSurabaya, lanjut Susi, elemen masyarakat mengharapkan aparat lebih tegas terhadap gerakan separatisme yang bisa menciderai NKRI. Selain itu, pihaknya mengupayakan diadakan acara dialog dan nota kesepahaman bersama antara masyarakat Papua di Surabaya dengan warga masyarakat Surabaya.
Sementara, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengapresiasi atas audiensi dan masukan dari Sekber Benteng NKRI. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti aksi separatisme usai audiensi kali ini.
“Pada dasarnya kami sepakat saudara kita Papua adalah satu NKRI. Dan segelintir oknum yang terus mengopinikan tentang separatisme, rasis, rusuh, arogansi aparat, pelecehan untuk eksistensi dan agenda mereka,” terangnya.
Ketua Sekber Benteng NKRI Arukat Djaswadi menambahkan semua elemen masyarakat Papua adalah saudara di Surabaya. “Kami wajib melindungi dan memperlakukan sama. Hanya segelintir oknum yang mengaku aliansi mahasiswa Papua yang bekerjasama dengan provokator yang terus mengusik NKRI,” tambahnya.
Ustad Choirudin perwakilan dari FPI juga menyampaikan, masalah kebangsaan bukan masalah Sara. “Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Surabaya toleran dan welcome bagi seluruh pendatang sebangsa,” jelas dia.
Hal yang sama juga dikatakan, Arifin dari Patriot Garuda. Ia mengatakan bahwa sesungguhnya masyarakat Papua di Surabaya juga tidak suka dengan rusuh yang diciptakan oleh oknum mahasiswa dan provokator.
“Karena mereka adalah sebangsa NKRI yang ingin damai dalam mencari nafkah di berbagai profesi dan belajar sekolah di perguruan tinggi,” imbuhnya.
Menurut dia, audiensi ini adalah kelanjutan aksi demo turun ke jalan melawan separatis yang telah dilakukan pada minggu lalu. [geh]

Tags: