Kadindik Jatim Ajak Kasek SMK Menjadi Pelayan

Kadis Pendidikan Provinsi Jatim Dr Syaiful Rachman MM, MPd, bersama tujuh Kepala Cabdindik dan isteri saat acara raker bersama Kasek SMKN se wilayah kerja II, Sabtu (14/7). [sawawi]

Situbondo, Bhirawa
Sehari menjelang masuk sekolah, dunia pendidikan Kota Santri, Situbondo khususnya Sekolah Menengah Kejuruan mendapatkan apresiasi luar biasa dari Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim. Ini setelah SMKN 1 Panji dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan raker (rapat kerja) Kepala Sekolah SMK Negeri se-wilayah kerja (wilker) II meliputi Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo, pada Sabtu malam (14/7). Kegiatan rutin ini juga dihadiri tujuh Kepala Cabang Dinas Pendidikan yang ada di wilayah tapal kuda dan para isteri.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dr Syaiful Rachman MM, MPd, banyak menitik beratkan pada peningkatan kinerja para Kasek SMK serta penggunaan sistem komunikasi bagi pencegahan gejolak internal sekolah serta ajakan kepada para kasek untuk menjadi pelayan bagi peningkatan kualitas pendidikan di tanah air. Kadindik Syaiful selain bersama isteri juga didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan yang baru, Ramli.”Karena ini masih berada pada bulan Syawal, saya menyampaikan permohonan maaf lahir batin manakala ada tindakan dan sikap yang salah,” pinta mantan Kepala Badiklat Provinsi Jatim itu.
Kadindik Syaiful menekankan, setiap Kasek tidak hanya cakap berbicara didepan guru, pengurus komite dan para murid, tetapi juga harus dapat menguasai cara berkomunikasi (publik speaking) didepan khalayak umum. Ini penting, tutur Kadindik Syaiful, karena sosok kasek selain sebagai figur pimpinan juga harus mengetahui etika sehingga bisa diterima seluruh elemen dan komponen masyarakat. “Sekarang ini banyak terjadi ada kasek yang tidak dikehendaki oleh internalnya hanya karena salah dalam ucapan. Itu artinya mereka tidak paham etika didepan guru dan murid. Ini harus menjadi wawasan yang dikuasai seorang kasek,” tutur Kadindik Syaiful.
Masih kata Kadindik Syaiful, keterlibatan sosok Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Kabupaten, juga memiliki peran strategis dalam mewujudkan sekolah yang kondusif. Caranya, ucap Kadindik Syaiful, semua Kacabdindik ikut memberikan arahan tentang tata cara berkomunikasi yang baik dari para kasek kepada para guru dan muridnya di sekolah. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, terang Kadindik Syaiful, maka akan terjadi miskomunikasi yang ujungnya membuat sekolah tidak kondusif. “Ditambah adanya medsos saat ini bebas menyampaikan aspirasi, maka akan sangat mudah diprovokasi oleh masalah yang muncul disekolah tersebut,” papar Kadindik Syaiful.
Hal penting lain yang ditekankan Kadindik Syaiful yakni kesiapan kalangan dunia pendidikan memasuki tahun politik seperti pemilihan caleg (pileg) dan pemilihan presiden (pipres) dalam waktu dekat ini. Kadindik Syaiful mencontohkan pada pemlihan Gubernur Jatim kemarin, dirinya berada ditengah tengah dan tidak melakukan presure kepihak manapun karena semua calon sama sama kader NU terbaik. “Alhamdulillah, dalam pilgub kita semua bisa melalui dengan baik. Saya juga bersyukur karena dalam pilgub Jatim kemarin tidak ada kasek yang sampai tersangkut Panwas,” ujar Kadindik Syaiful.
Kadindik Syaiful juga menyingung tentang peran penting Kasek SMK dan Kacabdindik se-Jatim dalam menjaga kondusivitas pelaksanaan PPDB tahun 2018, dimana telah tercipta kekompakan dan saling mengayomi pada program online tersebut. Sehingga, ulasnya, kerjasama dengan pihak ketiga dalam kerjasama tersebut tidak terjadi drop pada bagian tehnologi internetnya.”Saya ucapkan terimakasih atas kekompakan yang digagas oleh MKKS ini,” terang Kadindik Syaiful seraya mengakui dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadakan pemeringkatan SMK di Jatim.
Di akhir pengarahannya, Kadindik Syaiful meminta semua kasek SMK untuk pandai melakukan inovasi serta mengikuti sistem penganggaran melalui E-Budgeting yang sudah mendapatkan rekom dari KPK-RI. Dalam sistem ini, sambungnya, akan diatur semua persoalan gaji guru, dana bos dan PPG melalui sistem E-Budgeting.
“Yang terpenting lagi jadilah Kasek sebagai seorang pelayan bagi murid, guru dan masyarakat. Sehigga jika muncul sebuah tensi persoalan tidak akan cepat naik ke permukaan,” pungkas Kadindik Syaiful. [awi]

Tags: