Indonesia Segera Lakukan Proses Digitalisasi

Staf Ahli Menkominfo bidang Komunikasi dan Media Massa, Prof Henry Subiakto beri sambutan pada forum Communication Science Research 2018, Kemarin (24/7).

Hadapi Transisi TV Analog ke Digital
Surabaya, Bhirawa
Revisi undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran yang dibahas sejak lima tahun lalu menemui jalan buntu hingga saat ini. Pasalnya, anggota Dewan Perawakilan Rakyat (DPR) disebut tak serius dalam menangani masalah migrasi TV broadcast analog ke digital.
Dalam forum International yang diselenggarakan kemarin (24/7) dan berakhir hari ini, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo, Redi Panuju mengungkapkan bahwa kesiapan Indonesia dalam menghadapi proses transisi TV analog ke digital, sudah dibahas sejak tahun 2013 yang lalu. Namun hingga saat ini, pihaknya tidak menemui solusi hasil revisi dari pertemuan dengan anggota dewan tersebut.
“Di Indonesia transisi TV Analog ke digital, sudah diatur dalam undang-undang nomor 32 tahun 2002. Ini sudah kita bahas dengan DPR 5 tahun yang lalu. Namun semakin kesini kita semakin torambang-ambing dengan ketidakjelasan hasil revisi,” jelas dia
Untuk memperjelas hasil revisi undang-undang nomor 32 tahun 2002, lanjut dia, pihaknya akan segera mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengesahkan Permen Kominfo tersebut. Diungkapkan mantan Ketua KPID Provinsi Jatim ini, untuk mempermudah proses digitalisasi pihaknya menggunakan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) nomor 22 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pentiaran Televisi Digital.
Di temui di tempat yang sama, Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Prof Henri Subiakto mengungkapkan jika dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakakukan proses digitalisasi dengan menggunakan Peraturan Menteri (Permen) yang lama. “Meskipun revisi yang dilakukan sejak lima tahun lalu mengalami jalan buntu. Proses digitalisasi ini harus tetap dilakukan.” tegas dia.
Mengingat, imbuhnya, jika hal itu tidak dilakukan akan membahayakan masyarakat luas dan dunia digital. “Masyarakat Indonesia akan mengalami keterlambatan dalam pengaksesan internet. Selain itu,kita juga bisa didenda oleh negara lain, karena terlambat dalam menjalankan proses digitalisasi pada Tv broadcast” papar dia.
Perlu diketahui, permasalahan transisi TV broadcst dari analog dan digital tidak hanya dialami oleh Indonesia.
Dalam forum 2nd International Conference of Communication Science Research 2018 berberapa peneliti dari berbegai negara seperti Malaysia, Thailand, Philiphina juga turut menyuarakan hasil penelitian mereka terkait masalah yang berhubungan dengan ilmu komunikasi di masing-maisng negara. [ina]

Tags: