Dukung Asian Games 2018, Polda Jatim Gulung Ribuan Bandit Jalanan

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menunjukkan tersangka kasus kejahatan jalanan di Jatim di Mapolda Jatim, Selasa (31/7).

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim beserta Polres jajaran berhasil mengamankan ribuan tersangka kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) dan premanisme.
Pengungkapan kasus kejahatan jalanan (bandit jalanan, red) ini mulai Mei sampai Juli 2018, sekaligus bentuk dukungan Polda Jatim beserta jajaran dalam mendukung penuh perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
Setidaknya dari Mei sampai Juli 2018 ini, Polda Jatim beserta jajaran berhasil mengungkap sebanyak 5.702 lebih kasus. Sedangkan kasus premanisme sebanyak 5.086 kasus dalam proses pembinaan. Dan 637 kasus dalam proses penanganan. Sedangkan untuk kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), petugas menangani sebanyak 1.338 kasus dan mengamankan sebanyak 3.541 tersangka.
“Beberapa kasus kejahatan jalanan yang menonjol, termasuk kelompok pecah kaca berhasil kami amankan. Ini termasuk cipta kondisi dalam rangka mendukung gelaran Asian Games 2018,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Selasa (31/7).
Machfud mengimbau bagi masyarakat yang menjadi korban, silakan laporkan ke polisi. Pihaknya menjamin akan mengejar dan menangkap pelaku kejahatan tersebut. Machfud juga menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk menindak tegas seluruh pelaku tindak kejahatan yang membahayakan petugas maupun masyarakat.
“Kalau membahayakan keselamatan anggota dan membahayakan masyarakat, sikat saja (tindak tegas). Buat apa latihan menembak terus tapi tidak digunakan,” tegas Machfud.
Instruksi tersebut, lanjut Machfud, merupakan bentuk komitmen Polri terhadap pelaku-pelaku yang membahayakan petugas dan masyarakat. Sebab, para pelaku yang diamankan ini tak segan-segan untuk melukai korbannya jika beraksi. Bahkan pelaku sering juga mengancam korbannya dan membahayakan nyawa korbannya. Dan juga pelaku ditangkap bukan hanya di wilayah Surabaya, tapi di seluruh wilayah Jatim.
“Para pelaku ini ada yang mengancam korbannya. Bahkan ada yang meresahkan di kawasan Tuban dan Bojonegoro,” jelasnya.
Alumnus Akpol 1986 ini menambahkan, peristiwa di Malang, yakni seorang ibu-ibu diseret di depan tugu sudah ditangkap. “Peristiwa di Malang pelakunya sudah ditangkap oleh petugas. Saat ini dilakukan penyidikan terhadap kasus ini,” ucapnya.
Dari ribuan kasus tersebut, salah satunya adalah peristiwa penjambretan yang melibatkan empat orang pelaku. Mereka berinisial MAAF, warga Surabaya, AK warga Sidoarjo, MH warga Surabaya dan HS warga Pasuruan. Mereka ditangkap pada Mei lalu. Beberapa modus kejahatan yang dilakukan pelaku antara lain, mencari sasaran pada pagi hari dengan target ibu-ibu yang melakukan kegiatan di depan rumah.
“Pelaku pura-pura menanyakan alamat dan lantas menarik perhiasan yang dikenakan korban,” tambah Machfud.
Kasus lainnya adalah pencurian yang melibatkan tiga orang pelaku. Mereka adalah BP warga Pekalongan Jawa Tengah (Jateng), ES dan N warga Rembang Jateng. Dari tangan pelaku diamankan 283 dos produk Unilever berbagai jenis, satu unit motor, uang Rp70 juta, satu buah senjata api, liontin emas, kalung emas dan gelas emas masing-masing satu buah. Modusnya, pelaku memasukkan salah satu anggotanya untuk menjadi sopir di perusahaan ekspedisi. Saat mengantar, pelaku membawa barang tersebut tidak ke lokasi pengiriman, melainkan dibawa kabur. “Untuk pelaku yang mencuri rayusan dos produk unilever ditangkap pada 18 Juli lalu,” pungkasnya. [bed]

Tags: